Penjualan melonjak, Asics spin-off Onitsuka Tiger, mengapa?
Rabu, 10 Juni 2026
TOKYO - Produsen perlengkapan olahraga asal Jepang, Asics, akan memisahkan (spin-off) bisnis merek premium Onitsuka Tiger yang menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan laba perusahaan dalam empat tahun terakhir.
Dikutip dari CNA, langkah tersebut diambil guna mempercepat proses pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan daya saing global dari Onitsuka Tiger
Dalam skema yang diumumkan pada Rabu (10/6), bisnis Onitsuka Tiger yang telah berusia hampir 80 tahun akan dialihkan ke OT Group, anak usaha yang sepenuhnya dimiliki Asics. Pemisahan tersebut akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2027.
CEO Asics, Yasuhito Hirota, menegaskan bahwa perusahaan belum berencana membawa OT Group melantai di bursa.
Pengumuman tersebut disambut positif oleh pasar. Saham Asics naik hampir 2% di Tokyo ketika indeks TOPIX justru turun 0,7%.
Dalam lima tahun terakhir, harga saham Asics telah melonjak sekitar tujuh kali lipat sehingga kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar US$20 miliar.
Kepala Strategi Mitsubishi UFJ eSmart Securities, Tatsunori Kawai, menilai pemisahan bisnis merupakan langkah yang tepat bagi perusahaan yang sedang tumbuh pesat.
"Ketika organisasi menjadi terlalu besar, proses pengambilan keputusan sering kali melambat karena semakin banyak tahapan persetujuan yang harus dilalui," ujarnya.
Menurut Kawai, Onitsuka Tiger telah memiliki posisi merek yang kuat dan relatif mandiri, sehingga pemisahan bisnis diperkirakan tidak akan mengganggu bisnis inti Asics.
Ekspansi global
CEO OT Group, Ryoji Shoda, mengatakan Onitsuka Tiger akan membuka gerai flagship terbesar mereka di kawasan Shinjuku, Tokyo, pada 10 Juli 2026 mendatang.
Perusahaan juga akan membuka gerai flagship baru di Nagoya pada Agustus 2026, disusul ekspansi ke Milan, Seoul, dan Los Angeles dalam satu tahun ke depan.
"Kami masih menghadapi keterbatasan kapasitas karena banyak pelanggan tidak dapat masuk ke toko yang terlalu padat. Karena itu kami akan memperluas jaringan melalui gerai flagship berukuran besar di berbagai negara," kata Shoda.
Onitsuka Tiger kembali populer setelah tampil dalam film Kill Bill karya Quentin Tarantino pada 2003. Dalam film tersebut, Uma Thurman mengenakan sepatu berwarna kuning khas merek tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Onitsuka Tiger menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis Asics.. Penjualan merek tersebut melonjak 43% menjadi 136,5 miliar yen atau sekitar US$851 juta pada tahun yang berakhir Desember 2025.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh tingginya permintaan di Eropa, lonjakan wisatawan asing ke Jepang, serta pelemahan yen yang mendukung daya saing produk.
Bisnis Onitsuka Tiger juga membukukan margin laba hampir 38%, tertinggi di antara lima kategori bisnis utama Asics.
Pada Februari lalu, Asics memperkirakan kembali mencetak rekor laba pada tahun ini.
Onitsuka Tiger sendiri berakar dari perusahaan pendahulu Asics yang didirikan pada 1949 oleh Kihachiro Onitsuka. Ia mengembangkan sepatu basket pertamanya dan memberi nama merek tersebut "Tiger", terinspirasi dari kekuatan dan kelincahan hewan yang dianggap sebagai salah satu simbol paling kuat di Asia. (ARF)