Jet tempur KF-21 buatan Korsel siap dikirim ke Indonesia

Kamis, 11 Juni 2026

image

SEOUL - Indonesia telah menyelesaikan kewajiban kontribusi pendanaan dalam proyek pengembangan jet tempur KF-21 Boramae bersama Korea Selatan dan kini siap menerima penyerahan salah satu prototipe pesawat tersebut.

Dikutip dari Antara, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, mengatakan satu dari enam prototipe KF-21 telah disepakati untuk diserahkan kepada Indonesia.

 "Satu dari enam prototipe KF-21 telah disepakati untuk diserahkan kepada Indonesia. Mudah-mudahan hal ini dapat terealisasi dalam waktu dekat," ujar Cecep dalam acara Indonesian Next-Generation Journalist Network di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Selasa (9/6).

Menurut Cecep, proyek pengembangan bersama KF-21 telah rampung pada Juni 2026 setelah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Selanjutnya, Kedutaan Besar Indonesia di Korea Selatan akan membahas tindak lanjut program KF-21, khususnya terkait pemanfaatan hasil produksi dari proyek tersebut.

Cecep menilai Indonesia merupakan salah satu mitra terpenting Korea Selatan di sektor industri pertahanan. Indonesia juga tercatat sebagai salah satu pembeli awal produk pertahanan Korea Selatan sejak tahun 1979.

Ia menambahkan bahwa transfer pengetahuan dan teknologi menjadi faktor penting dalam pengembangan sumber daya manusia di industri pertahanan nasional.

Menurutnya, Korea Selatan memperoleh banyak pengalaman dari kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat, sementara Indonesia kini bisa memanfaatkan pengalaman dan keahlian Korea Selatan dalam penguasaan teknologi.

 Di sisi lain, Ketua Asosiasi Persahabatan Parlemen Korea Selatan-Indonesia, Kim Gi-hyeon, menyatakan bahwa industri pertahanan Korea Selatan mampu memproduksi sistem persenjataan berteknologi tinggi dengan biaya yang kompetitif.

 Ia menambahkan bahwa peralatan pertahanan Korea Selatan telah menunjukkan kinerja yang baik dalam berbagai konflik, termasuk perang Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah.

"Saya yakin akan sangat bermanfaat bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan Korea. Korea Selatan tidak hanya menyediakan transfer teknologi, tetapi juga membantu pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia untuk mengoperasikan serta mengelola sistem tersebut," ujarnya.

Indonesia dan Korea Selatan sebelumnya telah menyepakati penyerahan satu prototipe KF-21 berkursi tunggal untuk kebutuhan uji verifikasi, termasuk pengujian pengisian bahan bakar di udara.

Nilai paket penyerahan tersebut diperkirakan mencapai 600 miliar won, yang mencakup harga pesawat sebesar sekitar 350 miliar won serta berbagai biaya pengembangan terkait program KF-21. (ARF)