Bank sentral Tiongkok tambah cadangan emas 18 bulan beruntun
Kamis, 11 Juni 2026
BEIJING - Bank sentral Tiongkok kembali menambah cadangan emas pada April 2026, memperpanjang tren pembelian logam mulia tersebut selama 18 bulan berturut-turut.
Dikutip dari FXStreet, Bank Rakyat Tiongkok (People's Bank of China/PBoC) membeli 8 ton emas pada April 2026, jumlah terbesar sejak Desember 2024 berdasarkan data terbaru World Gold Council (WGC).
Dengan tambahan tersebut, total cadangan emas Tiongkok kini mencapai 2.322 ton atau sekitar 9% dari total cadangan devisa negara itu.
Pada April, PBoC tercatat sebagai pembeli emas terbesar ketiga di antara bank sentral dunia setelah Polandia dan Uzbekistan.
Data WGC juga menunjukkan bank sentral global kembali mencatat pembelian emas bersih pada April setelah pada Maret mengalami penjualan bersih.
Pada bulan sebelumnya, dampak ekonomi awal dari perang Iran mendorong sejumlah negara berkembang menjual sebagian cadangan emas mereka guna menopang nilai tukar mata uang domestik.
Pembelian oleh bank sentral menjadi salah satu faktor utama yang mendorong reli harga emas.
Laju akumulasi emas meningkat signifikan sejak 2022 setelah cadangan devisa Rusia dibekukan menyusul invasinya ke Ukraina.
Harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi sekitar US$5.600 per ons troi pada Januari 2026.
Namun sejak saat itu, harga logam mulia tersebut telah turun sekitar 23% dan kini diperdagangkan di kisaran US$4.300 per ons troi.
Koreksi harga emas belakangan dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat pada Mei 2026 yang lebih kuat dari perkiraan pasar.
Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga.
Karena emas tidak memberikan imbal hasil, sebagian investor beralih ke instrumen berbunga seperti obligasi yang menjadi lebih menarik ketika suku bunga meningkat. (ARF)