Gelombang kebangkrutan toko di Jerman melonjak
Senin, 08 Desember 2025

BERLIN - Kebangkrutan toko kembali melonjak di Jerman. Dalam periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025, tercatat 2.490 kasus insolvensi, mendekati rekor tertinggi satu dekade lalu, menurut studi Allianz Trade.Perusahaan asuransi itu mencatat bahwa toko-toko kecil menjadi pihak yang paling terpukul, karena harus bersaing dengan marketplace besar sementara biaya investasi untuk digitalisasi dan otomatisasi terus meningkat.Di sisi lain, ada kabar lebih positif bagi pelaku usaha restoran setelah parlemen menyetujui penurunan tarif pajak penjualan untuk sektor tersebut. Bundestag pada Kamis menyetujui paket reformasi pajak yang mencakup pemangkasan permanen PPN makanan restoran dari 19% menjadi 7% mulai 1 Januari 2026.Kebijakan ini didorong oleh CSU untuk membantu menstabilkan sektor perhotelan dan restoran yang tengah tertekan. Restoran tidak diwajibkan menurunkan harga kepada pelanggan.Namun, aturan tersebut masih membutuhkan persetujuan Bundesrat pada 19 Desember, mengutip dari uk.news.yahoo.com.Hingga kini, kamar perwakilan 16 negara bagian itu belum memberi lampu hijau karena khawatir kehilangan pendapatan lebih dari dua miliar euro tahun depan.Pemotongan pajak ini memicu kritik tajam, terutama dari Partai Hijau dan Partai Kiri, yang menilai kebijakan tersebut tidak tepat secara ekonomi.RUU itu lolos dengan dukungan koalisi pemerintahan yang terdiri dari blok konservatif CDU/CSU dan Partai Sosial Demokrat, sementara Partai Hijau dan AfD menolak, dan Partai Kiri memilih abstain.Paket reformasi pajak ini juga mencakup kenaikan batas pengurangan pajak bagi para komuter dan relawan. (DK)