Pemerintah jajaki kembangkan data center segitiga Singapura-Johor-Riau
Kamis, 11 Juni 2026
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia dan Singapura tengah menjajaki berbagai cara untuk mengoptimalkan pengembangan pusat data regional dalam kerangka kerja segitiga Singapura–Johor–Riau.
“Kami membahas cara untuk menyinergikan Singapura–Johor–Riau sebagai pusat data (data center hub). Ini memiliki nilai strategis bagi kita semua,” ujar Airlangga pada Selasa.
Dilansir dari ANTARA, Ia mengatakan bahwa dunia kini bergerak menuju sektor digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang relatif tidak terdampak oleh ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.
Menurut Airlangga, optimalisasi Segitiga Singapura–Johor–Riau juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi digital dan rantai pasok di antara negara-negara ASEAN.
Selain kawasan tersebut, Indonesia dan Singapura juga berkomitmen memperkuat pengembangan kawasan Batam–Bintan–Karimun (BBK), serta kawasan digital Nongsa Digital Park di Batam dan Kendal Industrial Park di Jawa Tengah yang saat ini telah dimanfaatkan secara penuh dan akan terus diperluas.
Airlangga juga menyoroti Nongsa Digital Park di Batam sebagai pusat digital nasional yang sedang berkembang, berkat lokasinya yang dekat dengan Singapura serta dukungan infrastruktur pusat data dan telekomunikasi yang andal.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu mengatakan langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap digitalisasi dan pengembangan semikonduktor dalam pembahasan ekonomi global, khususnya di Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara ASEAN.
“Di Eropa, ASEAN, bahkan dalam pembahasan dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), digitalisasi dan semikonduktor menjadi isu utama yang mendapat perhatian,” kata Airlangga.
Pemerintah Indonesia melalui Danantara Indonesia dan perusahaan semikonduktor asal Inggris, Arm Ltd., juga telah berkomitmen untuk mendukung pengembangan hingga 15.000 talenta semikonduktor Indonesia dalam lima tahun ke depan guna memperkuat pengembangan ekonomi digital nasional. (DK)