EIA: Persediaan minyak mentah AS turun 7,2 juta barel dalam sepekan

Kamis, 11 Juni 2026

image

NEW YORK - Persediaan minyak mentah Amerika Serikat turun tajam pekan lalu karena kilang terus meningkatkan aktivitas untuk menutup kekurangan pasokan yang disebabkan oleh perang Iran, menurut laporan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu.

Seperti dikutip Reuters, persediaan minyak mentah turun 7,2 juta barel menjadi 426,5 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Juni, kata EIA. 

Penurunan ini lebih besar dibandingkan perkiraan analis dalam survei Reuters yang memprediksi penurunan sebesar 4 juta barel.

Persediaan minyak mentah AS, termasuk cadangan strategis, telah berkurang 79 juta barel sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari.

Sebagai produsen minyak mentah terbesar di dunia, Amerika Serikat berupaya mengisi kekosongan pasokan akibat konflik tersebut dan penutupan efektif Selat Hormuz, jalur perdagangan energi yang sangat penting. Cadangan minyak di Strategic Petroleum Reserve (SPR) AS kini berada pada level terendah sejak Agustus 2023.

Persediaan minyak di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, juga turun 801.000 barel selama sepekan, menurut EIA.

Harga minyak naik setelah data menunjukkan penurunan persediaan yang lebih besar dari perkiraan dan meningkatnya kembali ketegangan antara AS dan Iran. 

Kontrak berjangka minyak Brent naik US$2,65 menjadi US$94,10 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$2,98 menjadi US$91,18 per barel.

Aktivitas pengolahan minyak di kilang AS meningkat 81.000 barel per hari dalam sepekan, sedangkan tingkat utilisasi kilang naik 0,6 poin persentase menjadi 95,3%.

“Kami melihat penurunan ekspor yang signifikan." 

Tingkat operasi kilang memberi tekanan besar terhadap persediaan minyak mentah domestik.

Angka ini sudah mendekati level maksimal dan jarang terlihat,” kata mitra Again Capital, John Kilduff.

Total pasokan produk minyak, yang digunakan sebagai indikator permintaan, naik 267.000 barel per hari menjadi 20,6 juta barel per hari.

Konsumsi bensin, yang biasanya mencapai puncaknya selama musim panas, meningkat 137.000 barel per hari menjadi 8,73 juta barel per hari.

“Permintaan bensin masih relatif lemah untuk periode seperti ini. Kita bisa melihat reaksi konsumen terhadap harga yang tinggi,” ujar Kilduff.

Persediaan bensin AS naik 186.000 barel menjadi 215,1 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan 471.000 barel.

Sementara itu, persediaan distilat yang mencakup solar dan minyak pemanas turun 200.000 barel menjadi 102,1 juta barel. 

Angka ini lebih kecil dibandingkan perkiraan penurunan sebesar 488.000 barel.

Impor bersih minyak mentah AS meningkat 525.000 barel per hari pada pekan lalu, sedangkan ekspor minyak AS turun 1,03 juta barel per hari menjadi 4,84 juta barel per hari. (DK)