Perkuat akumulasi ethereum, Blackrock jual bitcoin US$230 juta

Kamis, 11 Juni 2026

image

JAKARTA - BlackRock melakukan penyesuaian portofolio aset digital dengan menjual 3.671 Bitcoin (BTC) senilai sekitar US$230 juta dan membeli 10.566 Ethereum (ETH) senilai sekitar US$17,71 juta.

Seperti dikutip Finance.Yahoo, pembelian ethereum itu mendorong total arus masuk ETH ke dompet yang terkait dengan transaksi tersebut melampaui 10.000 ETH.

Kondisi ini mengindikasikan adanya akumulasi institusional terhadap ethereum, meski bitcoin masih menjadi aset kripto utama yang mendominasi perhatian pasar.

Pergerakan tersebut juga mencerminkan strategi pengelolaan aset digital BlackRock yang aktif. Manajer investasi terbesar di dunia itu terus menyesuaikan eksposur aset kriptonya berdasarkan peluang pasar, valuasi, dan kondisi ekonomi global.

Langkah rebalancing dilakukan ketika produk ETF kripto BlackRock menghadapi tekanan arus keluar dana yang signifikan.

Pada 1 Juni, iShares Bitcoin Trust (IBIT) mencatat arus keluar bersih sebesar US$440,3 juta dalam satu hari, memimpin tren pelemahan yang membuat ETF Bitcoin membukukan 11 hari berturut-turut arus keluar dana.

Tekanan berlanjut pada 3 Juni ketika IBIT kembali mencatat arus keluar sebesar US$342,3 juta.

Kondisi tersebut memperpanjang tren arus keluar ETF bitcoin menjadi 13 hari beruntun, dengan total dana yang keluar dari seluruh kategori ETF bitcoin melampaui US$1,4 miliar dalam sepekan.

Tren negatif tersebut berakhir pada 4 Juni setelah IBIT membukukan arus masuk bersih sebesar US$47,66 juta.

Pada hari yang sama, ETF ethereum milik BlackRock, ETHA, mencatat tambahan dana masuk sebesar US$19,3 juta dan mengakhiri periode 17 hari berturut-turut arus keluar dana.

Masuknya kembali dana ke kedua produk ETF tersebut mengindikasikan mulai munculnya minat beli dari investor institusi setelah beberapa pekan tekanan jual mendominasi pasar.

Di pasar spot, bitcoin diperdagangkan di kisaran US$62.300 setelah sempat turun di bawah level US$60.000 pada akhir pekan lalu, level terendah sejak 2024. Harga aset tersebut saat ini sekitar 50% di bawah rekor tertinggi US$126.080 yang dicapai pada Oktober 2025.

Sementara itu, ethereum berada di kisaran US$1.668 setelah menembus ke bawah level psikologis US$2.000. Harga ETH tercatat sekitar 66% lebih rendah dibandingkan puncaknya di US$4.946 yang dicapai pada Agustus 2025.

Sejumlah faktor makroekonomi masih membebani pasar aset digital, termasuk ketegangan di Timur Tengah, kenaikan harga energi, dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Kondisi tersebut mendorong sebagian investor mengalihkan dana ke aset yang dinilai lebih defensif, termasuk saham sektor kecerdasan buatan (AI).(DH)