ANTM bagi dividen Rp5,04 triliun, rombak komisaris dan direksi

Kamis, 11 Juni 2026

image

JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp5,04 triliun atau 70% dari laba bersih 2025, sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (10/6).

Dengan jumlah saham yang beredar saat ini, nilai dividen per saham yang akan dibagikan sekitar Rp210 atau mengindikasikan yield 7,6%.

Setelah dialokasikan sebagai dividen, pemegang saham ANTM menyetujui alokasi Rp2,16 triliun dari laba 2025 sebagai saldo laba ditahan.

Direktur Utama ANTM, Untung Budiharto, mengatakan keputusan ini mencerminkan kuatnya fundamental dan strategi bisnis perseroan, dalam mengoptimalkan potensi sumber daya mineral nasional.

“Untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Untung, dalam keterangan yang disampaikan pada Kamis (11/10).

Selain menyetujui penggunaan laba bersih, pemegang saham ANTM juga menyetujui perubahan susunan komisaris dan direksi. Perubahan tersebut mencakup pergantian satu komisaris, pergantian direktur keuangan, serta penyesuaian sejumlah nomenklatur jabatan direksi.

Berikut rincian perubahan pada dewan komisaris dan direksi ANTM setelah RUPST 2025:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Irwandy Arif
  • Komisaris: Elen Setiadi
  • Komisaris Independen: Ridwan
  • Komisaris: Rudy Sufahriadi
  • Komisaris: Aryanto Wibowo
  • Komisaris Independen: Pius Lustrilanang

Direksi

  • Direktur Utama: Untung Budiharto
  • Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir: I Dewa Bagus Sugata Wirantaya
  • Direktur Pengelolaan Sumber Daya Mineral: Hartono
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Arini Kasmira
  • Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi: Ratih Dewihandajani Lindawardhani Amri
  • Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial: Handi Sutanto

Menurut data IDNFinancials.com, ANTM mencetak laba bersih sebesar Rp7,92 triliun pada 2025. Perolehan ini meningkat 106% secara tahunan, didukung kinerja pendapatan yang mencapai Rp84,64 triliun. (KR)