Penjualan ritel ambles 11,6%, bisnis makanan dan minuman terpukul

Kamis, 11 Juni 2026

image

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat penjualan eceran atau ritel pada April terkontraksi 11,6% secara bulanan, berbalik melemah dari Maret yang tumbuh 10,3% secara bulanan.

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran BI, Indeks Penjualan Riil (IPR) pada April tercatat sebesar 226,9. Secara bulanan, posisi itu turun dari 256,7 pada Maret 2026.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyebut penurunan ini sejalan dengan normalisasi dari lonjakan permintaan pada musim Ramadan dan Idulfitri 2026.

Berdasarkan segmen, penjualan ritel untuk kelompok suku cadang dan aksesoris kendaraan tetap tumbuh 14,7% secara tahunan pada April 2025. Penjualan kelompok perlengkapan rumah tangga juga naik 0,6% dan kelompok barang budaya dan rekreasi naik 0,07%.

Namun kelompok makanan, minuman, dan tembakau turun 3,8% secara tahunan pada April. Kemudian disusul penurunan pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi 26,4%, dan subkelompok sandang 7%.

Meskipun demikian, hasil survei BI memperkirakan penjualan ritel pada Mei akan tetap terjaga dan cenderung membaik, meskipun tetap terkontraksi 0,9% secara bulanan dengan perkiraan IPR di level 225.

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak,” jelas Ramdan, dalam keterangan yang disampaikan pada Kamis (11/6).

Berdasarkan data historis yang dihimpun IDNFinancials.com, kinerja penjualan ritel Indonesia pada April 2026 mengalami penurunan bulanan terbesar, dalam 4 tahun terakhir atau sejak Maret 2022.

Dari sisi harga, hasil survei BI memperkirakan tekanan inflasi dalam tiga bulan mendatang relatif stabil. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk Juli 2026 tercatat sebesar 175,8, relatif tidak berubah dibandingkan proyeksi Juni sebesar 175,6.

Sementara itu, ekspektasi harga untuk Oktober 2026 meningkat menjadi 167,6 dari sebelumnya 163,2 untuk September 2026, seiring kenaikan harga bahan baku. (KR)