Norway Fund tolak Satya Nadella jadi Ketua Dewan Microsoft
Senin, 08 Desember 2025

WASHINGTON - Norway’s Sovereign Wealth Fund senilai US$2 triliun memberikan suara menolak dua proposal terkait Satya Nadella dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Microsoft pada 5 Desember, yang digelar secara virtual.Dana kekayaan negara terbesar di dunia itu yang menjadi satu dari pemegang saham terbesar Microsoft yang menolak pengangkatan kembali Nadella sebagai Ketua Dewan serta menolak kenaikan paket kompensasinya sebagai CEO.Sikap tersebut sejalan dengan kebijakan umum Norway Fund yang menentang struktur tata kelola di mana CEO juga menjabat sebagai Ketua Dewan, karena dinilai dapat melemahkan akuntabilitas.Dilansir timesofindia.indiatimes.com, selain itu, dana tersebut sudah lama mengkritik kompensasi eksekutif perusahaan AS yang dianggap berlebihan.Dalam penolakannya, mereka menegaskan bahwa sebagian besar remunerasi tahunan seharusnya diberikan dalam bentuk saham yang dikunci selama lima hingga sepuluh tahun, terlepas dari pengunduran diri atau pensiun.Dikelola oleh Norges Bank Investment Management, dana tersebut memegang 1,35% saham Microsoft, senilai US$50 miliar per 30 Juni, menjadikannya pemegang saham terbesar kedelapan Microsoft dan kepemilikan terbesar kedua setelah Nvidia.Meski demikian, semua proposal dari manajemen Microsoft tetap lolos dengan dukungan kuat, termasuk paket kompensasi Nadella.Pemegang saham menyetujui total kompensasi Nadella sebesar US$96,5 juta untuk tahun fiskal 2025, meningkat 22% dari tahun sebelumnya, didorong lonjakan harga saham 23% pada 2025 dan kenaikan nilai dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir.Komite kompensasi dewan menilai kemajuan besar Microsoft dalam AI sebagai alasan utama peningkatan tersebut.Selain itu, dewan Microsoft juga merekomendasikan penolakan terhadap enam proposal eksternal terkait sensor AI, privasi data, hak asasi manusia, dan iklim, seluruhnya ditolak oleh pemegang saham. (DK)