Bahlil pastikan harga BBM dan LPG subsidi tidak naik

Kamis, 11 Juni 2026

image

BANDAR LAMPUNG — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun LPG subsidi. 

Kepastian tersebut, menurut Bahlil merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi.

"BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan. Itu perintah Bapak Presiden," ujar Bahlil saat memberikan sambutan dalam pembukaan Munas XVIII HIPMI di Bandar Lampung, Rabu (10/6).

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menegaskan pemerintah tengah mengarahkan kebijakan pengelolaan sumber daya alam (SDA) agar lebih berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat. 

Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan kekayaan alam sebagai instrumen untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sebagai Menteri ESDM, Bahlil mengaku mendapat mandat langsung dari Presiden Prabowo untuk memastikan pengelolaan sektor energi dan pertambangan berorientasi pada kepentingan negara serta rakyat.

"Pengelolaan ekonomi yang berbasis sumber daya alam harus berorientasi pada kepentingan negara dan kepentingan rakyat yang merujuk pada semangat Pasal 33 UUD 1945," katanya.

Bahlil menilai arah kebijakan tersebut juga sejalan dengan semangat perjuangan HIPMI yang mendorong kemandirian ekonomi nasional dan lahirnya pengusaha-pengusaha pribumi yang kuat.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan pemerintah ingin memastikan manfaat pengelolaan SDA tidak hanya dinikmati kelompok usaha besar, tetapi juga dapat menjadi peluang bagi pengusaha kecil dan menengah untuk berkembang.

Menurut dia, pemerintah tetap menjaga keberlangsungan investasi dan pelaku usaha besar, namun pada saat yang sama membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha menengah dan kecil untuk ikut tumbuh.

"Kita ingin yang kaya tetap kita jaga, tetapi juga harus menarik yang menengah dan kecil. Kalau HIPMI pengusaha kecil terus, kapan besarnya?" ujar Bahlil.

Ia menjelaskan kebijakan pemerintah diarahkan untuk menciptakan rantai pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, yakni mendorong usaha kecil menjadi menengah, usaha menengah menjadi besar, serta memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha besar.

"Mendorong yang kecil menjadi menengah, yang menengah menjadi besar, dan yang besar saling memperkuat. Di situlah esensi kolaborasi," katanya. (DK)