IHSG turun 0,28% tertekan aksi profit taking dan sentimen global

Kamis, 11 Juni 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,28% atau 16,34 poin ke 5.886,03 pada perdagangan Kamis (11/6), setelah sempat mencapai level tertingginya di 6.010,49.

Nilai total transaksi di pasar saham mencapai Rp22,27 triliun, serta melibatkan perdagangan 33,64 miliar lembar saham.

Analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipicu oleh sentimen global, akibat perang di Timur Tengah yang kembali memanas. Sentimen ini dinilai ikut mendorong investor melancarkan aksi profit taking setelah indeks naik signifikan.

“Selain itu katalis positif juga berasal dari adanya berita domestik bahwa Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran untuk program MBG,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan usai perdagangan hari ini.

Tiga saham yang mencatat nilai transaksi tertinggi yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Namun ketiganya mencatat perubahan harga yang berbeda. Harga saham BBCA naik 3,10% ke Rp5.825 per lembar, sementara harga saham TPIA turun 1,38% ke Rp1.785 dan BBRI turun 1,04% ke Rp2.850 per lembar.

Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, indeks acuan saham di sejumlah negara bergerak beragam. SET Thailand tetap menguat 0,56% dan KOSPI Korea Selatan menguat 0,43%.

Namun indeks saham lain sepeti Hang Seng melemah 0,65%, serta PCOMP Filipina melemah 0,53% dan NIFTY India turun 0,23%. (KR)