Iran serang basis AS dan 2 tanker di Selat Hormuz

Kamis, 11 Juni 2026

image

TEHERAN - Iran kembali mengklaim telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, dan Yordania serta menargetkan dua kapal di Selat Hormuz sebagai balasan atas gelombang baru serangan Washington ke wilayah Iran.

Dikutip dari Al Jazeera, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan drone ke pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain serta pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmad Al-Jaber di Kuwait pada Kamis (11/6) dini hari.

IRGC juga mengklaim telah menembakkan 12 rudal balistik ke pangkalan udara Al-Azraq di Yordania. Selain itu, Iran menyatakan telah menyerang dua kapal tanker minyak yang disebut berupaya melintasi Selat Hormuz secara ilegal.

Militer Yordania mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menembak jatuh 20 rudal yang ditembakkan dari Iran ke arah wilayah Azraq. Militer menambahkan bahwa pecahan rudal yang jatuh tidak menyebabkan  korban jiwa maupun kerusakan material.

Bahrain mengaktifkan sirene serangan udara sebanyak dua kali, sementara Kuwait mengatakan sistem pertahanan udaranya tengah mencegat sejumlah sasaran udara yang dicurigai sebagai ancaman.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan serangan tersebut menyebabkan seorang anak perempuan berusia 11 tahun mengalami luka ringan serta menimbulkan kerusakan pada sejumlah kendaraan dan rumah akibat pecahan drone Iran yang berhasil dicegat.

IRGC menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas apa yang disebut sebagai pelanggaran berulang dari Amerika Serikat terhadap gencatan senjata yang diumumkan pada April lalu. Iran juga menyatakan Selat Hormuz ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan memperingatkan bahwa seluruh kapal yang melintas akan menjadi sasaran tembak. (ARF)