Valuasi SpaceX tembus US$1,8 triliun, siapa investor paling untung?

Jumat, 12 Juni 2026

image

JAKARTA - Rencana IPO SpaceX dengan valuasi sekitar US$1,8 triliun berpotensi menghasilkan salah satu keuntungan terbesar dalam sejarah investasi modal ventura.

Setelah hampir dua dekade mengumpulkan saham perusahaan secara tertutup, sejumlah investor kini berada di posisi untuk menikmati lonjakan nilai investasi yang signifikan.

Seperti dikutip CNBC, investor yang diperkirakan memperoleh keuntungan terbesar adalah Ron Baron, Ark Invest milik Cathie Wood, Fidelity Investments, serta sejumlah perusahaan modal ventura dan hedge fund ternama seperti Founders Fund, Sequoia Capital, Andreessen Horowitz, Coatue Management, dan D1 Capital Partners.

Ron Baron termasuk investor yang paling diuntungkan. Ia mulai berinvestasi di SpaceX pada 2017 melalui pembelian saham karyawan saat valuasi perusahaan masih di bawah US$22 miliar. Sejak itu, Baron terus berpartisipasi dalam berbagai putaran pendanaan.

Hingga akhir Maret, SpaceX menyumbang 33% aset pada Baron Partners Fund senilai US$10,4 miliar dan 25,5% aset Baron Asset Fund. Baron mengungkapkan perusahaannya telah menginvestasikan sekitar US$2 miliar ke SpaceX yang kini bernilai sekitar US$12 miliar.

“Kami yakin SpaceX akan menjadi perusahaan terbesar dan paling menguntungkan di planet ini,” kata Baron dalam presentasi kepada investor pekan ini.

Ark Invest juga menikmati kenaikan nilai investasi yang signifikan. Per akhir Maret, SpaceX menjadi aset terbesar dalam Ark Venture Fund dengan porsi 11,4% dari total aset bersih dana tersebut.

Cathie Wood menilai SpaceX telah berkembang melampaui bisnis peluncuran roket dan membangun fondasi ekonomi luar angkasa berbasis kecerdasan buatan melalui Starship, Starlink, dan akuisisi xAI.

“Melalui Starship, Starlink, dan akuisisi xAI, kami percaya SpaceX sedang membangun infrastruktur AI yang terintegrasi secara vertikal untuk ekonomi ruang angkasa yang jauh lebih besar,” ujar Wood kepada CNBC.

Menurutnya, potensi pertumbuhan SpaceX tidak hanya berasal dari bisnis peluncuran Falcon 9 dan layanan internet satelit Starlink, tetapi juga dari Starship yang berpeluang membuka pasar komersial baru di sektor antariksa.

“Bagi pemegang saham jangka panjang, IPO akan memberikan akses yang lebih luas ke perusahaan yang kami yakini masih berada di tahap awal penciptaan nilai,” kata Wood.

Fidelity Investments juga menjadi salah satu investor institusional yang paling awal masuk ke SpaceX. Perusahaan mulai membeli saham pada 2015 ketika valuasi SpaceX masih sekitar US$10 miliar.

Per akhir Maret, SpaceX menyumbangkan 4,7% aset Fidelity Contrafund yang mengelola dana US$177 miliar. Kepemilikan perusahaan juga tercatat dalam Fidelity Blue Chip Growth Fund dan Fidelity Growth Company Fund yang masing-masing mengelola aset lebih dari US$99 miliar.

Menurut Greg Martin, Co-Founder dan Managing Director Rainmaker Securities, keuntungan besar yang dinikmati investor tidak hanya berasal dari pertumbuhan bisnis SpaceX, tetapi juga terbatasnya akses kepemilikan saham perusahaan.

“Mereka mengambil risiko dengan Elon, dan itu membuahkan hasil yang luar biasa bagi mereka,” kata Martin.

“Setelah mereka mengambil risiko dengan Elon, posisi tabel kepemilikan saham jangka panjang ternyata sangat terbatas karena tabel kepemilikan saham dikelola dengan sangat ketat.”

Martin menjelaskan SpaceX menjaga struktur kepemilikan secara ketat sehingga investor yang berhasil masuk lebih awal memperoleh kesempatan mengikuti putaran pendanaan berikutnya yang tidak tersedia bagi sebagian besar investor lain.

“Taruhan awal mereka pada Elon tidak hanya membuahkan hasil untuk investasi awal mereka, tetapi juga memungkinkan mereka untuk mengerahkan lebih banyak modal ketika bisnis tersebut semakin terbukti sukses,” ujarnya.

Selain investor swasta, sejumlah dana pensiun dan dana abadi universitas juga berpotensi memperoleh keuntungan besar dari IPO SpaceX.

Ontario Teachers’ Pension Plan menginvestasikan lebih dari US$200 juta ke SpaceX pada 2019 melalui kendaraan investasi teknologi khusus. Sementara itu, Washington University in St. Louis dilaporkan menanamkan sekitar US$50 juta hampir satu dekade lalu. Nilai investasi tersebut kini meningkat tajam dan menyumbang lebih dari 10% dari dana abadi universitas yang mencapai sekitar US$17 miliar.(DH)