Danantara raup US$1,5 miliar dari obligasi perdana dolar AS

Jumat, 12 Juni 2026

image

JAKARTA - Unit dari dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) Indonesia, Danantara, berhasil menghimpun dana sebesar US$1,5 miliar melalui penjualan obligasi berdenominasi dolar AS perdana, berdasarkan dokumen term sheet yang dilihat Reuters pada Jumat pagi.

Seperti dikutip Reuters, tingginya minat investor memungkinkan perusahaan meningkatkan ukuran penerbitan sekaligus menurunkan tingkat imbal hasil (yield) akhir.

Penerbitan obligasi ini menjadi ujian penting terhadap minat investor asing terhadap aset Indonesia, di tengah kekhawatiran pasar terkait pelemahan tajam rupiah, kebijakan populis Presiden Prabowo Subianto, serta semakin luasnya peran Danantara dalam perekonomian nasional.

Danantara Investment Management menjual obligasi senilai US$750 juta dengan tenor lima tahun dan US$750 juta dengan tenor 10 tahun, menurut dokumen tersebut.

Reuters sebelumnya melaporkan pada Kamis, mengutip tiga sumber yang mengetahui transaksi tersebut, bahwa perusahaan awalnya menargetkan penghimpunan dana sekitar US$1 miliar, yang dibagi rata untuk kedua tenor tersebut.

Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan yield 5,35%, sementara obligasi tenor 10 tahun menawarkan yield 5,95%.

Penawaran ini menarik pesanan lebih dari US$4,6 miliar hingga Kamis malam waktu Asia, berdasarkan pembaruan buku pesanan yang dilihat Reuters.

Tingginya permintaan tersebut memungkinkan perusahaan memangkas yield akhir sebesar 35 basis poin dari panduan harga awal. 

Satu basis poin setara dengan seper seratus poin persentase.

Sebelumnya, panduan harga awal berada di kisaran 5,70% untuk obligasi lima tahun dan sekitar 6,30% untuk obligasi 10 tahun.

Pada Selasa, Bank Indonesia secara tidak biasa menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% di luar jadwal rapat reguler guna membantu menstabilkan rupiah setelah mata uang tersebut mencetak serangkaian rekor terendah.

Danantara diluncurkan oleh Presiden Prabowo pada Februari 2025 dan bertanggung jawab langsung kepada presiden.

Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan oleh Danantara Investment Management untuk kebutuhan korporasi umum, termasuk investasi dan pembiayaan kembali (refinancing) utang yang sudah ada.

Obligasi tersebut dijadwalkan diterbitkan pada 18 Juni dalam kerangka program global medium-term note senilai US$5 miliar.

Sejumlah bank yang bertindak sebagai joint bookrunner dan joint lead manager dalam transaksi ini antara lain Citigroup, DBS, HSBC, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered. (DK)