OPEC pangkas proyeksi permintaan minyak dunia pada 2026

Jumat, 12 Juni 2026

image

WASHINGTON - OPEC pada Kamis menurunkan kembali proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk 2026 menjadi 970.000 barel per hari, menurut laporan bulanan kelompok produsen tersebut, yang menandai revisi penurunan kedua berturut-turut.

Kelompok itu masih melihat dampak perang Iran terhadap konsumsi lebih kecil dibandingkan lembaga peramal lain seperti U.S. Energy Information Administration (EIA) dan International Energy Agency (IEA). 

Seperti dikutip Reuters, OPEC menyebut konsumsi akan pulih kembali pada periode berikutnya dan justru menaikkan proyeksi pertumbuhan permintaan untuk 2027.

Perang tersebut secara efektif telah menutup Selat Hormuz, salah satu jalur minyak terpenting dunia, sehingga membatasi jutaan barel produksi Timur Tengah.

Lonjakan harga bahan bakar yang terjadi kemudian menekan konsumen dan bisnis di seluruh dunia.

Proyeksi terbaru itu menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak tahun ini dari sebelumnya 1,17 juta barel per hari. Untuk 2027, OPEC memperkirakan permintaan minyak naik 1,73 juta barel per hari, naik 190.000 barel dari proyeksi sebelumnya.

“Performa ekonomi global pada paruh pertama 2026 tetap tangguh, meskipun ketegangan geopolitik berlanjut,” kata OPEC dalam laporan tersebut, seraya mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonominya.

EIA dan IEA justru memperkirakan permintaan minyak akan menurun tahun ini akibat perang.

OPEC+, yang terdiri dari OPEC dan sekutunya seperti Rusia, sebelumnya sepakat untuk melanjutkan kenaikan produksi sejak April, namun penutupan Hormuz membuat peningkatan produksi tidak memungkinkan. Laporan tersebut menyebut produksi kembali turun pada Mei.

Produksi minyak mentah OPEC+ rata-rata 33,13 juta barel per hari pada Mei, turun 190.000 barel dari April.

Iran mencatat penurunan terbesar akibat ekspor yang anjlok karena blokade AS. Data kapal tanker menunjukkan ekspor negara tersebut menurun tajam.

Angka Mei juga mencakup Uni Emirat Arab, yang keluar dari OPEC dan OPEC+ pada 1 Mei. (DK)