Peluang IHSG lanjut menguat meski rupiah rentan

Jumat, 12 Juni 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (12/6), setelah terkoreksi tipis 0,28% pada Kamis ke 5.886,03.

Analis Phintraco Sekuritas menilai saat ini pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tetap rentan, setelah melemah 0,25% ke level Rp17.989/US$ pada Kamis.

“Pergerakan Rupiah yang masih rentan ini memicu adanya perkiraan bahwa RDG Bank Indonesia pada pekan depan, berpeluang kembali menaikkan BI rate,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Sementara secara teknikal, analis Phintraco menilai indikator MACD pada IHSG berpotensi membentuk Golden Cross, didukung posisi indeks yang telah berada di atas level MA5 dan MA10. “Sehingga diperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji level 5.900-5.950,” jelas analis Phintraco.

Sementara itu analis CGS International Sekuritas Indonesia, menilai penguatan indeks saham di bursa Wall Street pada Kamis menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG.

Namun tekanan jual investor asing dan adanya rencana aksi massa di Jakarta pada Jumat, dinilai jadi sentimen negatif bagi pasar domestik.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.780/5.675 dan resist 5.995/6.100,” jelas analis CGS International.

Senada dengan pandangan tersebut, analis BRI Danareksa Sekuritas juga menilai fokus pasar akan tertuju pada gelombang demonstrasi yang dijadwalkan pada Jumat, merespons kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Rencana aksi itu, dinilai “berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor terhadap aset-aset domestik di tengah tekanan nilai tukar. Sementara IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support di 5.728–5.653 dan resistance di 5.960–6.000. (KR)