Jet tempur AS serang tanker Jalveer di Oman, 3 pelaut India tewas

Jumat, 12 Juni 2026

image

NEW YORK - Sebuah jet AS menembakkan dua rudal ke ruang mesin kapal tanker Jalveer di lepas pantai Oman pada Kamis, menurut konfirmasi Komando Pusat AS (U.S. Central Command), sementara pihak berwenang menyatakan 20 awak kapal selamat setelah serangan ketiga terhadap kapal tanker yang diawaki warga India minggu ini.

Seperti dikutip Reuters, tiga pelaut India tewas dalam serangan AS terhadap kapal tanker Settebello di lepas Oman sehari sebelumnya.

“Sebuah pesawat AS menembakkan dua rudal Hellfire ke ruang mesin kapal setelah awak kapal berulang kali gagal mematuhi arahan dari pasukan AS,” kata Centcom dalam pernyataannya.

Disebutkan bahwa pasukan AS “bertindak terhadap” kapal tanker berbendera Guinea-Bissau tersebut karena berupaya “mengangkut minyak dari Iran melalui Teluk Oman”.

Seorang pejabat kementerian pelayaran India mengatakan awak kapal selamat dan sedang dievakuasi bekerja sama dengan Angkatan Laut Oman.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengatakan kepada wartawan bahwa “serangan-serangan ini harus dihentikan”.

Ini merupakan kapal tanker ketiga yang diawaki warga India yang diserang pasukan AS minggu ini, setelah kapal Marivex dilumpuhkan dengan amunisi presisi pada hari Senin.

AS mulai melakukan blokade terhadap pengiriman terkait Iran pada 13 April setelah Iran secara ketat membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur utama minyak dan gas global.

Dalam setiap insiden, Centcom menyatakan awak kapal tidak mematuhi arahan saat pasukan AS menegakkan blokade tersebut.

Hingga Kamis, blokade itu disebut telah melumpuhkan sembilan kapal yang tidak patuh, mengarahkan 135 kapal lainnya, dan mengizinkan 42 kapal yang membawa bantuan kemanusiaan lewat.

Kapal yang menjadi target termasuk kapal Iran serta kapal lain yang membawa kargo Iran, termasuk tanker “shadow fleet” yang biasanya merupakan kapal tua tanpa asuransi Barat, digunakan untuk mengangkut minyak yang dikenai sanksi dan berlayar dengan bendera berbagai negara untuk menyamarkan kepemilikan dan muatan.

Kapal Marivex adalah satu-satunya dari tiga tanker tersebut yang berada di bawah sanksi AS. (DK)