Yield SBN dan SRBI naik, arus masuk dana asing mulai naik?
Jumat, 12 Juni 2026
JAKARTA –Bank Indonesia mengungkapkan bahwa sudah ada tanda investasi asing masuk (membeli) instrumen obligasi negara seiring dengan peningkatan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah.
“Ya [sudah masuk],“ kata Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia dalam acara Investor Conference Call dengan investor Amerika dan Eropa pada Selasa (9/6/26) lalu.
Dia mengatakan hal itu menjawab pertanyaan seorang investor: dengan imbal hasil obligasi yang meningkat signifikan selama dua hari terakhir, apakah Bank Indonesia telah melihat tanda-tanda kembalinya aliran masuk dana asing yang substansial ke pasar?
[Baca selengkapnya transkrip dialog investor global dengan Gubernur Bank Indonesia terkait rupiah di sini ]]
Perry melanjutkan, baik Bank Indonesia maupun Kementerian Keuangan sedang berupaya memberikan selisih imbal hasil yang lebih menarik di seluruh instrumen obligasi pemerintah, SBN, dan SRBI.
Bank Indonesia juga telah memperkenalkan biaya lindung nilai (hedding) swap valas yang lebih rendah melalui pengurangan biaya lindung nilai sebesar 10%, yang dimaksudkan untuk membantu mengompensasi kewajiban pajak investor dan biaya transaksi lainnya.
Dengan adanya langkah-langkah ini, Bank Indonesia mendorong investor asing untuk terus berinvestasi di Indonesia dan mengharapkan aliran masuk portofolio akan menguat.
Seperti dikutip dari Reuters, Juru Bicara Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan bahwa kenaikan suku bunga dan imbal hasil (yield) instrumen keuangan domestik telah mendorong peningkatan aliran modal asing ke Indonesia dalam sepekan terakhir.
Ramdan menjelaskan, minat investor asing terlihat dari meningkatnya partisipasi dalam lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) bertenor hingga satu tahun yang digelar pada 10 Juni 2026. BI berhasil menghimpun dana sebesar Rp 15 triliun.
"Arus masuk modal asing juga mulai kembali ke pasar obligasi pemerintah, terutama pada tenor jangka pendek dan menengah."
BI, lanjut Ramdan, akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik, sekaligus menjaga daya tarik instrumen keuangan dalam negeri guna mendukung keberlanjutan arus modal asing. (YS/MT)