PYFA tunda rights issue 5,7 miliar saham, ini penjelasan manajemen

Jumat, 12 Juni 2026

image

JAKARTA - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) memutuskan menunda pelaksanaan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue yang sebelumnya ditargetkan berlangsung pada pertengah tahun 2026.

Corporate Secretary PYFA Herdiasti Anggitya Dwisani mengatakan keputusan tersebut diambil setelah perseroan mengevaluasi kondisi pasar modal dan situasi makroekonomi yang dinilai belum mendukung pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

"Perseroan menunda pelaksanaan rencana PMHMETD II. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasar modal dan makroekonomi terkini yang dinilai belum kondusif untuk mendukung pelaksanaan PMHMETD II," ujar Herdiasti dalam keterbukaan informasi, Jumat (12/6).

Menurut Herdiasti, perseroan akan terus memantau perkembangan pasar dan mempertimbangkan kembali pelaksanaan rights issue pada waktu yang lebih tepat setelah kondisi pasar dinilai lebih stabil.

"Penundaan PMHMETD II tidak berdampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan," katanya.

Seperti diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, PYFA berencana menerbitkan sebanyak 5,7 miliar saham baru melalui skema rights issue. Jumlah tersebut setara 33,65% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi dilaksanakan.

Manajemen menyatakan dana yang diperoleh dari rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung agenda akuisisi guna mempercepat pengembangan usaha perseroan.

Selain saham baru, PYFA juga berencana menerbitkan sebanyak 3,75 miliar Waran Seri II. Jumlah tersebut setara 33,41% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan rights issue.(DH)