PTBA bagi dividen Rp1,32 triliun, payout ratio turun jadi 45%
Jumat, 12 Juni 2026
JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,32 triliun, setara 45% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp2,93 triliun.
Alokasi tersebut lebih rendah dari payout ratio dividen PTBA pada tahun lalu, yang setara 75% dari laba bersih 2024.
Keputusan itu telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PTBA, yang digelar pada Kamis (11/6). Sementara sisa laba bersih sebesar Rp1,61 triliun atau 55% ditetapkan sebagai saldo laba ditahan, untuk mendukung pengembangan usaha.
Penurunan rasio pembayaran dividen PTBA terjadi seiring dengan penurunan laba bersih pada 2025, yang hanya mencapai Rp2,93 triliun. Perolehan ini turun 42,6% secara tahunan atau dari Rp5,1 triliun pada 2024.
Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, mengatakan keputusan itu mencerminkan upaya perseroan dalam menjaga keseimbangan, antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan kebutuhan pengembangan usaha.
“Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” jelas Eko, dalam keterangan resminya.
Dengan jumlah saham beredar 11,51 miliar lembar, dividen tunai PTBA setara Rp114,64 per saham dan mengindikasikan yield 4,4% mengacu harga saham pada perdagangan Kamis.
RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus PTBA, dengan rincian sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Dewan Direksi
(KR)