BBRI buyback saham Rp500 miliar untuk program MESOP
Jumat, 12 Juni 2026
JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akan menggelar pembelian kembali atau buyback saham dengan alokasi dana maksimal Rp500 miliar, merespons kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.
Corporate Secretary BBRI, Dhanny, mengatakan dana buyback saham akan mengandalkan kas internal. Sementara pelaksanaan dijadwalkan berlangsung mulai 12 Juni hingga 11 September 2026 melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan menunjuk satu anggota bursa sebagai perantara.
Ia menambahkan bahwa dalam aksi buyback saham ini, BBRI tetap memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan. Sehingga jumlah saham treasuri setelah aksi korporasi ini tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor.
Berdasarkan proforma per 31 Maret 2026, buyback diperkirakan menurunkan total aset dan ekuitas masing-masing sebesar Rp500 miliar. Sementara itu laba per saham perseroan diperkirakan naik dari Rp103,83 menjadi Rp103,95 per lembar.
“Saham hasil buyback 2026 akan digunakan untuk program kepemilikan saham Pekerja dan/atau Direksi dan Dewan Komisaris (MESOP), yang dapat dilakukan pengalihan setelah mendapatkan persetujuan RUPS,” jelas Dhanny.
Saat ini mayoritas saham BBRI berada di bawah PT Danantara Asset Management dengan porsi kepemilikan 52,656%. Sementara itu, publik menguasai sekitar 46,773% saham dan porsi saham treasuri sebesar 0,565%.
Sejumlah Direktur dan Komisaris BBRI juga tercatat sebagai pemegang saham, namun dengan kepemilikan minoritas. (KR)