Empat bank sentral negara maju kini kompak naikkan suku bunga

Jumat, 12 Juni 2026

image

MILAN/LONDON - Sejumlah bank sentral di  negara maju yang menaikkan suku bunga terus bertambah setelah Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (11/6) bergabung dengan Australia, Norwegia, dan Jepang dalam memperketat kebijakan moneter.

Langkah tersebut diambil di tengah masih tingginya harga minyak akibat ketegangan di Selat Hormuz. Kondisi itu mendorong sejumlah bank sentral menaikkan suku bunga untuk mencegah lonjakan inflasi.

Dikutip dari Reuters, berikut posisi bank sentral negara-negara anggota Kelompok 10 (G10) berdasarkan tingkat suku bunga acuannya, dari yang tertinggi hingga terendah.

Australia

Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini hingga mencapai 4,35%. Angka ini tertinggi di antara negara-negara G10.

Langkah tersebut dilakukan untuk meredam dampak guncangan harga energi global dan sepenuhnya membalikkan pemangkasan suku bunga yang dilakukan tahun lalu.

Gubernur RBA Michele Bullock mengatakan bahwa ada tanda-tanda bahwa penerapan kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil. Meski pasar memperkirakan RBA akan menahan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, peluang kenaikan suku bunga satu kali lagi hingga akhir tahun masih diperkirakan mencapai sekitar 75%.

Norwegia

Bank sentral Norwegia diperkirakan akan  mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan 18 Juni mendatang setelah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,25% pada awal Mei 2026.

Keputusan tersebut diambil lebih cepat dari perkiraan analis dan mendahului sejumlah bank sentral utama lainnya yang saat itu memilih menunggu data tambahan untuk mengobservasi dampak konflik Iran terhadap perekonomian global.

Inflasi inti tahunan Norwegia yang naik di luar perkiraan pada Mei 2026 memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga masih berpotensi naik lagi tahun ini.

Inggris

Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) juga akan menggelar pertemuan kebijakan pada 18 Juni mendatangm dan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%.

Pasar sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada September 2026.

Namun, sebagai cerminan tingginya ketidakpastian, BoE pada pertemuan terakhir tidak lagi menerbitkan proyeksi tunggal untuk inflasi dan indikator ekonomi utama lainnya.

Sebagai gantinya, BoE menerbitkan tiga skenario ekonomi, termasuk satu skenario yang dapat memerlukan kenaikan biaya pinjaman secara agresif.

Amerika Serikat

Pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 16-17 Juni 2026.

Tekanan inflasi dan data ekonomi yang masih kuat mendorong investor mengurangi ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter.

Setelah konflik Iran memicu lonjakan harga energi, pasar tidak lagi memperkirakan penurunan suku bunga dalam waktu dekat dan mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada 2026.

Saat ini pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober mencapai sekitar 60%.

Sejumlah ekonom menilai Ketua The Fed Kevin Warsh, yang ditunjuk Presiden Donald Trump dan menghadapi tekanan untuk menurunkan suku bunga, kemungkinan akan kesulitan memperoleh dukungan yang cukup untuk melonggarkan kebijakan.

Selandia Baru

Bank Sentral Selandia Baru (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ) baru akan menggelar rapat kebijakan pada awal Juli 2026.

Pasar memperkirakan suku bunga acuan yang saat ini berada di level 2,25% akan dinaikkan, dengan peluang kenaikan kenaikan lanjutan pada akhir tahun 2026.

RBNZ menghadapi tantangan karena inflasi diperkirakan melampaui target 1%-3%, sementara tingkat pengangguran berada pada level tertinggi dalam satu dekade.

Kanada

Bank Sentral Kanada pada Rabu mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,25%.

Bank sentral menilai belum banyak bukti bahwa kenaikan biaya energi telah menyebar menjadi tekanan inflasi yang lebih luas.

Data terbaru menunjukkan inflasi masih berada dalam kisaran target 1%-3%, sementara inflasi inti yang melambat mengindikasikan permintaan domestik masih relatif lemah.

Ekonom memperkirakan Bank Sentral Kanada akan mempertahankan suku bunga sepanjang 2026.

Zona Euro

ECB pada Kamis (11/6) telah menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun terakhir, guna menahan inflasi sebelum lonjakan biaya energi akibat konflik Iran menyebar lebih luas ke perekonomian kawasan euro.

Langkah yang telah lama diperkirakan pasar tersebut mendorong suku bunga deposito ECB menjadi 2,25%.

ECB juga memperkirakan inflasi mencapai 3,0% pada tahun ini, sebelum melambat menjadi 2,3% pada 2027 dan 2,0% pada 2028.

Swedia

Bank sentral Swedia (Riksbank) akan menggelar pertemuan pekan depan.

Namun pasar belum memperkirakan adanya perubahan pada suku bunga acuan 1,75% hingga akhir tahun mengingat inflasi inti masih relatif rendah.

Jepang

Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) diperkirakan menaikkan suku bunga jangka pendek dari level 0,75% pada pertemuan pekan depan.

Langkah tersebut akan melanjutkan siklus kenaikan suku bunga yang dilakukan secara bertahap setelah bertahun-tahun menerapkan suku bunga negatif.

Namun upaya BOJ memperkuat kredibilitasnya dalam memerangi inflasi menghadapi tantangan setelah Gubernur Kazuo Ueda menjalani perawatan di rumah sakit selama dua pekan.

Inflasi tingkat grosir Jepang pada Mei meningkat pada laju tercepat dalam tiga tahun, sebagian dipengaruhi pelemahan yen.

Meski kenaikan suku bunga dapat membantu meredam tekanan tersebut, tingkat suku bunga Jepang masih tergolong rendah dibandingkan negara maju lainnya.

Swiss

Dengan suku bunga acuan 0%, Bank Nasional Swiss (Swiss National Bank/SNB) memiliki tingkat suku bunga terendah di antara negara-negara G10.

Pasar memperkirakan SNB akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan maupun sepanjang sisa tahun ini karena inflasi masih rendah dan penguatan franc Swiss telah membantu mengetatkan kondisi moneter.

Pejabat SNB juga tetap berhati-hati untuk kembali menerapkan suku bunga negatif dan kemungkinan akan lebih mengandalkan intervensi nilai tukar untuk membatasi penguatan franc Swiss.(ARF)