IHSG naik 2,07% didukung sinyal positif pasar global dan domestik

Jumat, 12 Juni 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,07% atau 121,62 poin ke 6.007,66 pada perdagangan Jumat (12/6), melanjutkan penguatan sejak sesi pertama.

Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp21,62 triliun, melibatkan perdagangan 37,22 miliar lembar saham. Sebanyak 615 saham terpantau menguat, sementara 108 saham melemah dan 93 lainnya stagnan.

Sejumlah saham bank mencatat transaksi terbesar, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang membukukan transaksi Rp2,5 triliun. Kemudian disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp1,29 triliun, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp1,03 triliun.

Mayoritas indeks sektoral juga terpantau menguat, dengan kenaikan tertinggi pada sektor barang baku (IDXBASIC) 4,85% dan energi (IDXENRGY) 4,66%. Sementara sektor kesehatan (IDXHEALTH) jadi satu-satunya sektor yang melemah meskipun hanya 0,58%.

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG mendapat dukungan sentimen positif dari pasar global, seperti ekspektasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mendorong harga minyak mentah kembali turun di bawah US$90 per barel.

Sementara dari dalam negeri, rencana efisiensi pemerintah terhadap anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih juga mendapat reaksi positif dari pasar saham.

“Pada pekan depan, investor akan menantikan hasil RDG Bank Indonesia (18/6) yang menurut konsensus akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Dari kawasan emerging market Asia, mayoritas indeks saham cenderung menguat. KOSPI Korea Selatan memimpin dengan kenaikan 4,63%, disusul TWSE Taiwan 2,36%, dan Hang Seng 1,93%.

Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat 0,71% dan bertahan di level Rp17.860 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi seiring melemahnya indeks dolar AS (DXY) yang turun 0,19% ke US$99,67. (KR)