AS-Iran berpeluang teken kesepakatan damai akhir pekan

Jumat, 12 Juni 2026

image

DUBAI/WASHINGTON/PARIS - Amerika Serikat dan Iran berpeluang menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik di kawasan Teluk paling cepat pada Minggu (14/6), dengan Jenewa sebagai lokasi yang paling mungkin untuk penandatanganan kesepakatan tersebut.

Seperti dikutip Reuters, sumber Barat menyebut pembahasan mengenai isi nota kesepahaman masih terus difinalisasi. Iran juga tetap mempertahankan posisinya bahwa kesepakatan harus mencakup penghentian pertempuran di Lebanon, wilayah Israel  berkonflik dengan kelompok Hizbullah yang didukung Teheran.

Kedua pihak menargetkan perumusan akhir dokumen dapat diselesaikan pada Sabtu (13/6) sehingga kesepakatan dapat ditandatangani oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Meski lokasi resmi belum ditetapkan, Jenewa dinilai sebagai pilihan yang paling memungkinkan.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (11/6) mengatakan pihaknya membatalkan rencana serangan baru terhadap Iran karena kesepakatan damai tersebut hampir rampung.

"Kami baru saja mencapai penyelesaian besar untuk perang dengan Iran," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Namun, rincian kesepakatan yang diungkap sejumlah pejabat Iran menunjukkan Teheran berpotensi memperoleh sebagian besar tuntutan utamanya dalam perundingan tersebut.

Sementara itu, Sementara itu, Trump dinilai belum memperoleh banyak dari tujuan utama yang selama ini diupayakannya, selain pembukaan kembali Selat Hormuz yang ditutup Iran setelah serangan AS pada Februari lalu.

Seorang sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan bahwa  draf kesepakatan mencakup pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran, pencairan dana Iran yang selama ini dibekukan, serta penghentian permusuhan di seluruh medan konflik, termasuk di Lebanon.

Isu nuklir akan dibahas dalam perundingan terpisah. Di sisi lain, Washington menginginkan jaminan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir, sementara Teheran menegaskan program nuklirnya tidak ditujukan untuk tujuan militer.

Menurut sumber tersebut, pencabutan sanksi, pencairan aset Iran, dan penghentian serangan Israel di Lebanon merupakan tuntutan utama Teheran. Namun, belum ada penjelasan mengenai konsesi yang akan diberikan Iran sebagai imbalan.

Sejauh ini, pemerintah AS belum memberikan tanggapan resmi.

Kantor berita Mehr melaporkan kesepakatan tersebut juga mencakup sejumlah konsesi lain dari AS, termasuk komitmen menarik pasukan dari sekitar wilayah Iran serta penyusunan rencana pemulihan ekonomi Iran.

Menurut laporan tersebut, AS dan sekutunya juga diminta menyiapkan program rekonstruksi Iran senilai sedikitnya US$300 miliar.

Pasar Sambut Positif

Pernyataan Trump mengenai kesepakatan damai yang muncul hanya beberapa jam setelah ia mengancam akan menyerang Iran, memicu penguatan pasar saham global dan penurunan harga minyak pada Jumat.

Harga minyak Brent turun lebih dari 2% pada perdagangan pagi di Eropa.

Sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026 melalui serangan AS dan Israel terhadap Iran, Trump beberapa kali menyatakan kesepakatan damai sudah dekat. Namun, hingga kini belum ada kesepakatan yang benar-benar tercapai.

Meski demikian, pasar menyambut positif pernyataan terbaru Trump karena dianggap menjadi sinyal meredanya ketegangan setelah eskalasi konflik dalam beberapa hari terakhir.

Ketegangan tersebut mencakup saling serang antara Iran dan Israel untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata April lalu, diikuti serangan AS terhadap Iran serta serangan balasan Iran ke sejumlah pangkalan militer AS.

"Selat Hormuz akan dibuka kembali segera setelah kami menandatangani kesepakatan, yang bisa terjadi dalam waktu dekat, mungkin akhir pekan ini di Eropa," kata Trump.

Saat ditanya apakah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei telah menyetujui kesepakatan tersebut, Trump menjawab bahwa menurut pemahamannya, kesepakatan itu telah mendapat persetujuan.

Ketegangan Masih Berlanjut

Meski pembahasan kesepakatan terus berlangsung, ketegangan di sekitar Selat Hormuz masih belum mereda

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan sebagian besar isi kesepakatan telah difinalisasi, namun Iran tidak akan mengorbankan kepentingan utamanya dalam perundingan tersebut.

Seorang pejabat AS mengatakan militer AS menembak jatuh dua drone bunuh diri milik Iran setelah Teheran mencoba menyerang kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa militer Iran sempat menghentikan perjalanan sebuah kapal tanker di Selat Hormuz, sementara suara ledakan terdengar pada Jumat (12/6) dini hari.

Berkepanjangannya konflik juga mulai menekan popularitas Trump. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan tingkat persetujuannya menurun di tengah ketidakpuasan publik terhadap tingginya harga bahan bakar.

Sejumlah politikus Partai Republik khawatir ketidakpopuleran perang tersebut dapat mengurangi peluang partainya mempertahankan mayoritas di Kongres dalam pemilu pada November mendatang.

Kesepakatan penghentian pertempuran di Lebanon diperkirakan sulit diterima Israel yang tidak dilibatkan dalam perundingan damai tersebut.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan Israel bukan pihak dalam nota kesepahaman apa pun yang sedang dibahas AS dengan Iran. (ARF)