TPIA anjlok 66%, investor baru malah bertambah 11.469 SID

Sabtu, 13 Juni 2026

image

JAKARTA – Sejalan dengan IHSG yang ambles 11,92% sepanjang bulan Mei lalu, harga saham-saham Grup Barito tercatat merosot signifikan – kecuali emiten holding PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 5,72%.

Namun, jumlah investor secara kolektif justru meningkat sekitar 44.050 SID.

Misalnya, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan jumlah investor PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melonjak sepanjang bulan Mei 2026, saat harganya ambruk hingga 66,32%.

Sepanjang bulan Mei 2026, jumlah pemegang saham TPIA bertambah 11.469 SID (Single Investor Identification), atau naik 42,5%. Kepemilikan saham investor individual atau retail pun tumbuh 5,24% dari segi volume saham, menjadi 5,1 miliar lembar.

Fenomena yang sama juga terlihat pada saham Grup Barito yang lain, yaitu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), yang mencatatkan jumlah investor naik 17.348 SID atau 16,85% meski harganya anjlok 47,5% sepanjang Mei 2026.

Di sisi lain, terdapat satu emiten yang tidak menunjukkan peningkatan jumlah investor, yaitu PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Jumlah pemegang saham justru merosot 2,56% sepanjang Mei saat harga turun 18,27%.

Namun, investor ritel masih mengoleksi saham Grup Chandra Asri ini, tercermin dari jumlah kepemilikan saham investor individual yang naik tipis menjadi 6,19 miliar lembar dari 6,17 miliar lembar pada April 2026.

Berikut detail mengenai saham-saham Grup Barito beserta jumlah investornya sepanjang Mei 2026:

Emiten

Kenaikan jumlah investor

Perubahan harga saham

Free float

BRPT

10.50%

5.72%

26.93%

BREN

8.96%

-26.01%

12.58%

TPIA

42.50%

-66.32%

10.56%

CDIA

-2.56%

-18.27%

9.87%

CUAN

16.85%

-47.5%

18.58%

PTRO

4.85%

-7.52%

27.75%

Seperti data yang ditampilkan di atas, tiga saham Grup Barito tampak belum memenuhi ambang batas free float yang ditetapkan BEI sebesar 15% per Mei 2026 – BREN, TPIA, dan CDIA.

Namun, seperti yang diberitakan IDNFinancials sebelumnya, usai SCG Chemicals Public Company Limited (SCGC) melepas 14,86% saham TPIA pada pekan pertama bulan Juni (2-5/6), porsi free float Perseroan melonjak menjadi 25,7%.

Manajemen TPIA menegaskan bahwa terlepas dari pemangkasan kepemilikan signifikan tersebut, SCGC akan tetap menjadi “salah satu pemegang saham strategis jangka panjang Perseroan.”

Sebagai catatan, merosotnya IHSG pada Mei 2026 juga dimanfaatkan investor untuk menyerok beberapa saham big banks, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), yang mencatat kenaikan hingga 63.526 SID. (ZH)