IHSG naik 7,38%, asing masih catat outflow Rp5,98 triliun di bursa
Sabtu, 13 Juni 2026
JAKARTA – Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai merangkak dari posisi terendahnya pada Senin (8/6) ke level 6.007,66 pada Jumat (12/6), investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih Rp5,98 triliun dalam satu minggu terakhir di pasar reguler.
Namun, sejalan dengan indeks acuan yang menguat 7,38% dalam sepekan (8-12/6), nilai jual bersih asing (net sell) ini menunjukkan perbaikan dari Rp7,39 triliun yang tercatat di pekan sebelumnya.
Asing tercatat melepas saham big banks, termasuk saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – meski saham BBCA tampak digandrungi investor asing pada Kamis dan Jumat (11-12/6).
Aksi ini bertepatan dengan kenaikan tak diduga suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 25 bps ke 5,5%.
Analis Samuel Sekuritas dalam laporannya, Jumat (12/6), menyebutkan bahwa kenaikan suku bunga ini akan berdampak negatif pada sektor perbankan, dengan risiko kenaikan cost-of-fund, ketatnya net interest margin (NIM), dan penurunan kualitas aset.
Selain itu, aksi jual juga tampak ramai di PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dalam sepekan terakhir.
Berikut top 5 saham dengan nilai net sell terbesar sepanjang periode 8-12 Juni 2026:
Di sisi lain, dua emiten justru mencatat nilai beli bersih (net buy) dari investor asing di pasar reguler melampaui Rp60 miliar, yaitu PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Keduanya diikuti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).
Berikut top 5 saham dengan nilai net buy terbesar sepanjang periode 8-12 Juni 2026:
(ZH)