Blue chip bebani IHSG sepekan, merosot 0,3% dari ATH
Sabtu, 15 November 2025

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak stagnan dengan penurunan tipis 0,3% dalam sepekan terakhir (10-14/11), dan menutup perdagangan minggu ini di level 8.370,44.
Di sisi lain, pasar bergerak lebih aktif, dengan volume saham diperdagangkan selama sepekan melonjak nyaris 100% menjadi 269,8 miliar saham dalam 13,5 juta transaksi.
Namun, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG pekan ini tercatat mendapat tekanan dari beberapa saham blue chip yang lesu.
Saham bank besar, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) merosot sekitar 2-3% dalam sepekan.
Emiten Grup Sinar Mas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga tercatat ambles 8,8% -- menekan IHSG hingga 32,3 poin.
Beberapa saham Prajogo Pangestu juga tercatat melemah dan membebani IHSG. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), misalnya, meskipun hanya turun 2,3%, menekan IHSG hingga 9,2 poin.
Berikut adalah top laggards IHSG dalam sepekan terakhir (10-14/11):
|
Emiten |
Harga |
Poin IHSG |
|
DSSA |
-8,8% |
-32,3 |
|
BBCA |
-2,9% |
-23,4 |
|
AMMN |
-6,1% |
-13,5 |
|
BBRI |
-2% |
-13 |
|
BREN |
-2,3% |
-9,2 |
|
CUAN |
-6,1% |
-5,8 |
|
BBNI |
-2,4% |
-3,7 |
|
CDIA |
-5,5% |
-3 |
|
SMMA |
-2,4% |
-2,4 |
|
SMGR |
-9,7% |
-2,1 |
Sejalan dengan lesunya saham-saham blue chip pekan ini, Indeks LQ45 juga ambles 1,1% dalam sepekan, lebih lemah dari penurunan IHSG yang hanya 0,3%. Di sisi lain, indeks syariah ISSI justru tumbuh 0,8%. (ZH)