Harga bitcoin menguat, ETF BlackRock picu optimisme baru

Minggu, 14 Juni 2026

image

JAKARTA — Harga bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat jatuh ke bawah US$60.000 per koin. Optimisme pasar kripto kembali menguat seiring membaiknya arus masuk dana ke ETF bitcoin, termasuk produk milik BlackRock, yang dinilai dapat menjadi faktor penting dalam mengakhiri fase crypto winter yang membayangi pasar aset digital dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut laporan Forbes (14/6), harga bitcoin sempat menyentuh level terendah tahun 2026 di bawah US$60.000. Posisi tersebut mencerminkan penurunan sekitar 50% dibandingkan rekor tertinggi bitcoin pada Oktober lalu yang mencapai US$126.000, di tengah meningkatnya volatilitas pasar setelah penawaran umum perdana (IPO) SpaceX milik Elon Musk serta peringatan potensi "bloodbath" atau aksi jual besar-besaran di pasar kripto yang sempat menjadi perhatian investor.

Di tengah tekanan tersebut, sejumlah trader menilai pemulihan arus masuk dana ke produk ETF bitcoin menjadi salah satu faktor utama yang dapat membalikkan sentimen negatif di pasar. Harapan itu mulai muncul setelah ETF spot bitcoin di Amerika Serikat kembali mencatat arus masuk dana bersih setelah periode panjang arus keluar.

Kepala Riset Kripto Global Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, bahkan menilai harga bitcoin kemungkinan telah mencapai titik terendah dalam siklus pasar saat ini.

“Musim dingin telah berakhir. Selamat datang kembali di musim semi kripto,” ujar Kendrick dalam catatan riset yang dikutip Forbes (14/6).

Menurut Kendrick, terdapat tiga katalis utama yang berpotensi mendorong harga bitcoin lebih tinggi dalam waktu mendatang. Pertama, harga minyak kembali turun mendekati level sebelum konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua, adanya pembelian bitcoin tambahan oleh Strategy, perusahaan yang dipimpin Michael Saylor. Ketiga, berlanjutnya arus masuk dana ke ETF bitcoin.

Ia memperkirakan level US$59.000 menjadi titik terendah harga bitcoin dalam siklus saat ini. Angka tersebut setara dengan penurunan sekitar 53% dari rekor tertinggi bitcoin di level US$126.000.

Data SoSo Value menunjukkan ETF spot bitcoin AS mencatat arus masuk bersih hampir US$86 juta pada Jumat lalu, setara dengan sekitar 1.350 bitcoin. Dari total tersebut, ETF iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menyumbang hampir US$58 juta sehingga menjadi kontributor terbesar terhadap pemulihan arus dana ke pasar kripto.

Kendrick menilai IPO SpaceX kemungkinan menjadi penanda berakhirnya tekanan jual pada produk ETF bitcoin. Menurutnya, sebagian investor sebelumnya menjual kepemilikan mereka untuk membebaskan dana tunai agar dapat berpartisipasi dalam IPO perusahaan antariksa tersebut.

Ia juga menyoroti bahwa beberapa pekan terakhir merupakan periode aksi jual ETF bitcoin paling tajam sejak produk tersebut pertama kali diluncurkan. Karena itu, kembalinya arus masuk dana dipandang sebagai sinyal pembalikan tren setelah berbulan-bulan mengalami tekanan jual.

Secara keseluruhan, ETF spot bitcoin AS masih mencatat arus keluar bersih sebesar US$7,6 miliar sejak Oktober tahun lalu. Dari jumlah tersebut, sekitar US$3 miliar terjadi selama enam bulan pertama 2026. Meski demikian, arus masuk dana terbaru mulai memunculkan optimisme bahwa tekanan terhadap harga bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan telah mereda. (SA)