AS dan Iran dekati kesepakatan, Évian les Bains jadi sorotan

Senin, 15 Juni 2026

image

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis pada Senin (15/6), ketika belum tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah yang telah mengguncang stabilitas politik dan ekonomi global.

Seperti dikutip CNBC, pertemuan pemimpin tujuh negara ekonomi maju yang berlangsung selama tiga hari itu digelar di Évian-les-Bains, wilayah timur Prancis yang berbatasan dengan Swiss. Trump akan bertolak ke lokasi KTT setelah menghadiri pertandingan UFC yang digelar di halaman Gedung Putih pada Minggu malam.

KTT G7 tahun ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Eropa.

Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya menegaskan keinginannya agar G7 memprioritaskan pengurangan ketimpangan ekonomi, penguatan multilateralisme, serta penyelesaian konflik perdagangan dan geopolitik.

Agenda tersebut berpotensi berbenturan dengan kebijakan " Amerika Pertama" yang menjadi landasan pemerintahan Trump. Dalam masa jabatan keduanya, Trump memperluas kebijakan tarif perdagangan, meningkatkan tekanan terhadap sejumlah negara mitra, serta mengambil langkah yang memperlebar jarak dengan sekutu tradisional Washington.

Hubungan Amerika Serikat dengan Eropa juga menjadi sorotan setelah Trump berulang kali mempertanyakan komitmen negaranya terhadap NATO, aliansi pertahanan utama yang menghubungkan Amerika Utara dan Eropa.

Selain membahas perkembangan perang Iran, para pemimpin G7 diperkirakan akan menyoroti konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung, termasuk berbagai dampaknya terhadap keamanan dan ekonomi global.

Para pemimpin juga dijadwalkan membahas kecerdasan buatan (AI), keamanan digital, dan upaya memerangi kejahatan terorganisasi lintas negara.

Perbedaan sikap terkait regulasi AI diperkirakan menjadi salah satu isu paling sensitif dalam pertemuan tersebut. Negara-negara Eropa mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan teknologi besar dan pengembangan AI, sementara pemerintahan Trump cenderung menolak regulasi yang dianggap dapat menghambat pertumbuhan industri.

Presiden Departemen Geopolitik dan Kebijakan Luar Negeri Center for Strategic and International Studies (CSIS), Victor Cha, menilai perdebatan mengenai AI berpotensi memicu ketegangan di antara para pemimpin G7.

“Bahkan dalam kondisi baik sekalipun, Trump memasuki G7 di mana negara-negara Eropa tidak menyukai cara Trump berbicara tentang Eropa,” kata Cha.

 “Dengan semua isu lain yang ada dalam agenda, saya yakin ini akan menjadi percakapan yang sangat jujur, terbuka, dan berapi-api,” lanjutnya.

Meski demikian, perhatian utama tetap tertuju pada upaya mengakhiri perang Iran.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan kesepakatan damai berpotensi tercapai dalam beberapa hari ke depan, meski belum ada kepastian penuh mengenai hasil negosiasi.

Trump bahkan menyatakan kesepakatan dengan Iran akan ditandatangani pada Minggu dan diikuti pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, media pemerintah Iran membantah jadwal tersebut.

Hingga kini kedua pihak belum menentukan lokasi penandatanganan kesepakatan. Sejumlah opsi di Eropa tengah dipertimbangkan, sementara laporan sebelumnya menyebut Swiss menjadi salah satu kandidat lokasi perundingan final.(DH)