Jepang percepat akses mineral kritis lewat ekspansi ke Greenland
Senin, 15 Juni 2026
JAKARTA - Jepang bersiap mengirim delegasi ke Greenland pada musim panas tahun ini untuk menjajaki peluang pengembangan tambang tanah jarang di wilayah Arktik tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Tokyo memperkuat akses terhadap pasokan mineral kritis yang dibutuhkan industri teknologi dan energi bersih.
Seperti dikutip Investing, delegasi tersebut akan melibatkan pejabat Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI), perwakilan perusahaan perdagangan, serta Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC).
Selama kunjungan, rombongan dijadwalkan bertemu dengan pejabat pemerintah Greenland guna membahas potensi kerja sama dan peluang investasi di sektor mineral strategis.
Greenland semakin menjadi perhatian berbagai negara karena cadangan tanah jarang yang dimilikinya serta posisi geografisnya yang strategis.
Komoditas tersebut merupakan bahan baku penting bagi berbagai industri, mulai dari kendaraan listrik, turbin angin, perangkat elektronik hingga peralatan pertahanan.
Kunjungan Jepang berlangsung di tengah meningkatnya upaya negara-negara besar untuk mengamankan pasokan mineral kritis dan mengurangi ketergantungan pada sumber pasokan yang terkonsentrasi di sejumlah negara tertentu.
Perhatian terhadap Greenland juga meningkat setelah Gedung Putih pada Januari lalu menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan berbagai opsi untuk memperoleh pulau tersebut.
Wacana itu sempat memicu kekhawatiran di kalangan sekutu NATO di Eropa sebelum pembahasan beralih ke jalur diplomatik.
Sebagai negara yang bergantung pada impor sumber daya alam, Jepang terus mencari alternatif pasokan mineral strategis guna mendukung industri manufaktur berteknologi tinggi dan transisi energi.
Di saat yang sama, rantai pasok tanah jarang menjadi isu strategis bagi banyak negara seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap teknologi bersih dan produk manufaktur canggih.(DH)