Absen 10 tahun, Iyogin Holding kembali borong obligasi Jepang

Senin, 15 Juni 2026

image

JAKARTA - Bank regional Jepang, Iyogin Holdings Inc., kembali masuk ke pasar obligasi pemerintah Jepang (JGB) setelah absen selama hampir satu dekade.

Chief Executive Officer (CEO) Iyogin, Kenji Miyoshi, mengatakan bank mulai melakukan pembelian terbatas obligasi pemerintah bertenor panjang sejak April lalu. Investasi tersebut menjadi pembelian JGB pertama untuk tujuan investasi sejak 2016.

Langkah Iyogin muncul ketika banyak investor global dan perusahaan asuransi justru mengurangi eksposur terhadap obligasi Jepang karena khawatir imbal hasil akan terus naik seiring tekanan inflasi dan perubahan kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ).

“Dengan kembalinya dunia dengan tingkat suku bunga positif, peluang investasi telah tiba,” kata Miyoshi dalam wawancara di kantor pusat perusahaan di Matsuyama, Pulau Shikoku, seperti dikutip Bloomberg.

Menurut laporan SMBC Nikko Securities, Iyogin menjadi satu-satunya bank regional Jepang yang membukukan keuntungan dari perdagangan obligasi dalam dua tahun terakhir. Kinerja positif juga datang dari portofolio obligasi luar negeri yang diuntungkan oleh pelemahan yen terhadap dolar AS sejak 2022.

Selain obligasi, bank tersebut meraih keuntungan besar dari investasi saham Nvidia Corp. yang nilainya meningkat sekitar 10 kali lipat sejak dibeli lima tahun lalu ketika yen masih lebih kuat.

Per akhir Maret, nilai portofolio surat berharga Iyogin mencapai sekitar ¥1,7 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar ¥400 miliar ditempatkan pada obligasi yen, ¥500 miliar pada obligasi luar negeri yang dilindung nilai (hedging), dan ¥320 miliar pada obligasi luar negeri tanpa lindung nilai.

Miyoshi mengatakan perubahan kondisi suku bunga di Jepang membuat investasi pada obligasi pemerintah kembali relevan sebagai instrumen diversifikasi risiko di tengah eksposur bank terhadap saham dan obligasi global.

Pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025, keuntungan investasi surat berharga membantu mendorong laba bersih perusahaan melonjak 40% dibandingkan tahun sebelumnya dan mencetak rekor tertinggi baru. Saham perusahaan juga telah menguat sekitar 21% sepanjang tahun ini.

Iyogin memperkirakan sektor perbankan Jepang akan menikmati peningkatan pendapatan bunga seiring ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ. Miyoshi bahkan memperkirakan suku bunga acuan dapat mencapai sekitar 1,5% pada akhir tahun depan, dengan peluang bank sentral mengambil langkah pengetatan yang lebih agresif.

“Bank Sentral Jepang (BOJ) perlu menaikkan suku bunga dengan tepat, jika tidak, mereka akan tertinggal,” ujar Miyoshi.

 Ia menilai keterlambatan normalisasi kebijakan moneter berisiko memperburuk inflasi sekaligus menekan nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Di sisi lain, bank terus memperluas investasi pada sektor kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan saham-saham pertumbuhan baik di Jepang maupun pasar internasional setelah sukses meraih keuntungan besar dari Nvidia.

Selain dikenal sebagai investor aktif di pasar keuangan, Iyogin juga merupakan salah satu pemain utama pembiayaan industri pelayaran Jepang. Total kredit yang disalurkan ke sektor maritim mencapai sekitar ¥1,63 triliun atau lebih dari seperempat total portofolio pinjaman bank.

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan pembiayaan kapal berbasis franc Swiss meningkat pesat karena menawarkan biaya pendanaan yang lebih rendah dibandingkan yen maupun dolar AS. Pada Maret tahun ini, porsi pembiayaan kapal dalam mata uang franc Swiss mencapai 55% dari total portofolio, melampaui yen yang sebesar 30% dan dolar AS sebesar 15%.

Manajemen memperkirakan tren tersebut akan berlanjut karena suku bunga Swiss masih relatif rendah dan mata uangnya dinilai lebih stabil terhadap dolar AS.(DH)