Arah IHSG jelang keputusan BI Rate dan klasifikasi pasar MSCI

Senin, 15 Juni 2026

image

JAKARTA – IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (15/6) setelah ditutup naik 2,07% ke level 6.007 pada akhir pekan lalu.

Sejumlah analis menilai pelaku pasar akan mencermati sejumlah agenda penting pekan ini, mulai dari keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) hingga hasil tinjauan aksesibilitas pasar Indonesia yang dilakukan oleh MSCI.

Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan IHSG sebelumnya ditopang sentimen domestik yang membaik, setelah pemerintah mengindikasikan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penyesuaian target pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

“Pasar akan mencermati sejumlah agenda penting pekan ini, terutama keputusan suku bunga The Fed dan BI, yang akan menjadi penentu arah arus modal, pergerakan rupiah, serta keberlanjutan momentum rebound IHSG,” jelas analis BRI Danareksa Sekuritas, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Secara teknikal, analis BRI Danareksa Sekuritas menilai keberhasilan IHSG menembus area psikologis 6.000 pekan lalu, membuka peluang penguatan lanjutan, selama mampu bertahan di atas area support 5.850-5.900.

“Adapun area resistance terdekat berada pada kisaran 6.200-6.290,” imbuh analis BRI Danareksa Sekuritas.

Sementara itu analis Phintraco Sekuritas menilai fokus investor juga akan tertuju pada perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang dikabarkan menuju kesepakatan damai. Prospek damai ini, telah mendorong harga minyak dunia turun di bawah US$90 per barel.

Dari dalam negeri, investor menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18 Juni. Konsensus memperkirakan BI Rate naik 25 basis poin menjadi 5,75%.

Selain itu, pelaku pasar juga disebut tengah menanti keputusan dari pengelola indeks global seperti MSCI dan FTSE terhadap Indonesia.

“Investor menantikan Global Market Accessibility Review dari MSCI (19/6) dan rebalancing indeks FTSE (19/6). RDG BI (18/6) menurut konsensus akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,” ungkap analis Phintraco dalam riset yang disampaikan.

Secara teknikal, analis Phintraco memperkirakan IHSG berpeluang menguji area MA20 pada rentang support 5.900-6.000 dan resistance 6.150-6.200 pada pekan ini.

Di sisi lain, analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai sejumlah sentimen positif yang mendukung IHSG pekan ini adalah penguatan indeks di bursa Wall Street, prospek damai antara AS dan Iran, serta masuknya dana asing yang mendukung penguatan rupiah.

CGS International Sekuritas pun memperkirakan area support dalam waktu dekat berada di kisaran 5.900 dan resistance pada kisaran 6.115-6.225. (KR)