Produsen jeli Inaco bidik dana hingga Rp392 miliar lewat IPO
Senin, 15 Juni 2026
JAKARTA – Produsen jeli merek Inaco, PT Niramas Utama Tbk (JELI), berencana menghimpun dana hingga Rp392 miliar melalui Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan prospektus awal yang disampaikan, JELI menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Setiap saham akan ditawarkan pada kisaran harga Rp900 hingga Rp1.120 per lembar, dengan nilai nominal Rp100 per saham. Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham baru yang berasal dari portepel.
Dengan jumlah saham yang ditawarkan dan asumsi harga penawaran tertinggi Rp1.120, JELI berpotensi meraup dana segar hingga Rp392 miliar dari aksi korporasi ini.
Sebagian besar dana IPO akan digunakan untuk ekspansi kapasitas produksi. Sekitar 51,04% dana akan disalurkan untuk belanja modal anak usaha. Sekitar 18,36% dana akan digunakan perseroan untuk ekspansi mesin dan peralatan.
Sementara sekitar 10,63% dana hasil IPO akan disalurkan untuk membayar sebagian pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Sisanya sekitar 19,97% digunakan untuk modal kerja perseroan.
Sebelum IPO, PT Niramas Utama International menguasai 99,8% saham perseroan dan Sadikun Wiratno memiliki 0,2%. Namun setelah IPO, kepemilikan PT Niramas Utama International akan terdilusi menjadi 73,92%, sementara masyarakat akan memiliki 25,93% saham dan Sadikun Wiratno memiliki 0,15%.
Dari sisi kinerja, JELI membukukan penjualan Rp753,05 miliar pada 2025, meningkat 54,18% dibandingkan Rp488,43 miliar pada tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan juga melonjak 235,60% menjadi Rp39,03 miliar pada 2025.
Dalam prospektus, Manajemen JELI menyebut industri makanan dan minuman, khususnya segmen makanan penutup atau dessert, masih memiliki prospek pertumbuhan yang berkelanjutan seiring meningkatnya jumlah penduduk dan konsumsi domestik.
JELI menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dengan skema full commitment. Masa penawaran awal berlangsung pada 15-22 Juni 2026, sedangkan penawaran umum dijadwalkan pada 1-3 Juli 2025 dan pencatatan saham di BEI pada 7 Juli 2026. (KR)