Dolar melemah jelang “Hawkish Cut” oleh The Fed
Senin, 08 Desember 2025

JAKARTA – Nilai dolar AS melemah pada Senin, menjelang pekan yang dipenuhi pertemuan bank-bank sentral di seluruh dunia maupun rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) Amerika.
Pasar hampir sepenuhnya memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga The Fed, meskipun perbedaan pandangan di dalam komite membuat hasil rapat tetap menjadi faktor penuh ketidakpastian.
Selain The Fed yang akan mengumumkan keputusan pada Rabu, bank sentral di Australia, Brasil, Kanada, dan Swiss juga akan menggelar rapat kebijakan pekan ini, meski tidak diantisipasi adanya perubahan besar dari mereka.
Euro yang bergerak dalam kisaran sempit sejak Juni naik tipis ke US$1,1663. Yen, yang mulai stabil setelah pelemahan sepanjang November, juga menguat tipis ke US$155,21 per dolar.
Para analis memperkirakan “hawkish cut”, yaitu pemangkasan suku bunga yang tetap disertai pesan kebijakan yang ketat dari The Fed dan Jerome Powell.
Sinyal bahwa pemangkasan lebih lanjut tidak akan mudah dapat menguatkan dolar, terutama jika investor menurunkan ekspektasi terhadap dua hingga tiga kali penurunan suku bunga tahun depan.
Namun pesan kebijakan kemungkinan tetap rumit karena adanya perbedaan pandangan internal para pejabat The Fed. “Kami memperkirakan akan ada suara-suara berbeda, baik dari anggota yang cenderung hawkish maupun dovish,” kata Kepala Strategi Makro BNY, Bob Savage, dalam catatan kepada klien.
Menurut Reuters, FOMC terakhir kali mencatat tiga atau lebih suara berbeda pada 2019, dan sejak 1990 kondisi itu hanya terjadi sembilan kali.
Dolar Australia (AUD) menyentuh level tertinggi dua setengah bulan di US$0,4469 setelah menembus rata-rata pergerakan 200 hari dan 50 hari, seiring berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga. RBA dijadwalkan mengadakan rapat pada Selasa, didukung serangkaian data kuat terkait inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi rumah tangga.
Kontrak berjangka kini bahkan menunjukkan langkah berikutnya kemungkinan berupa kenaikan suku bunga—mungkin sedini Mei—sehingga perhatian pasar tertuju pada pernyataan dan konferensi pers RBA.
“RBA berpotensi menahan suku bunga lebih lama, dengan suku bunga acuan tetap di 3,60%,” tulis analis ANZ pekan lalu, merevisi proyeksi pemangkasan sebelumnya.
Situasi serupa terjadi di Kanada. Dolar Kanada (CAD) mencatat level tertinggi 10 pekan pada Jumat setelah data ketenagakerjaan yang kuat. Bank of Canada diperkirakan menahan suku bunga pada Rabu, sementara pasar memperkirakan kenaikan baru pada Desember 2026. Mata uang itu stabil di US$1,3819 pada Senin.
Dolar Selandia Baru (NZD) bergerak datar di US$0,5784, mendekati resistensi US$0,58, sementara franc Swiss (CHF) menguat 0,1% ke 0,8034 per dolar AS. Inflasi yang rendah membuat suku bunga Swiss diperkirakan bertahan di 0% dalam waktu lama.
Poundsterling (GBP) diperdagangkan sedikit di atas rata-rata pergerakan 200 hari di US$1,3339, sementara yuan China (CNY) stabil di 7,068 per dolar AS.
Di Brasil, suku bunga diperkirakan tetap di 15%, dengan kemungkinan sinyal pemangkasan pada kuartal mendatang. (DK)