Indonesia manfaatkan BRICS untuk percepat modernisasi pertanian
Senin, 15 Juni 2026
JAKARTA - Pemerintah memanfaatkan keanggotaan Indonesia di BRICS untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian, memperluas akses teknologi, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah tersebut juga diarahkan untuk mendukung target swasembada pangan melalui peningkatan produktivitas dan pengembangan sistem pertanian berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil mengatakan kerja sama di dalam BRICS membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk mengakses teknologi pertanian, pendanaan pembangunan, hingga jaringan riset yang mendukung transformasi sektor pangan.
"Kerja sama antar negara BRICS membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan," ujar Ali Jamil, seperti dikutip Antaranews.
Ali mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Pertemuan Menteri Pertanian BRICS yang berlangsung di Indore, India, pada 12–13 Juni 2026. Pertemuan tersebut menghasilkan Joint Declaration yang menegaskan komitmen negara anggota untuk memperkuat ketahanan pangan global, meningkatkan kesejahteraan petani kecil, serta memperluas perdagangan berbasis teknologi.
Melalui kesepakatan tersebut, Indonesia memperoleh akses ke BRICS Agricultural Research Platform (BARP) dan jaringan BRICS AGRIN. Kedua platform itu diharapkan mendukung pengembangan benih unggul, teknologi pupuk modern, serta pemanfaatan sumber daya genetik tanaman.
Selain itu, kerja sama BRICS juga membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) untuk pertanian, pemantauan tanaman berbasis satelit, budidaya perikanan, sistem rantai dingin, hingga akses pembiayaan alternatif melalui New Development Bank (NDB).
Di sela pertemuan, delegasi Indonesia menggelar pembicaraan bilateral dengan India dan Afrika Selatan. Dengan Afrika Selatan, pembahasan difokuskan pada percepatan penyelesaian nota kesepahaman kerja sama pertanian, termasuk harmonisasi standar keamanan pangan dan fitosanitari.
Sementara itu, pertemuan dengan India membahas peluang pasokan benih gandum dan bawang putih guna meningkatkan produksi dalam negeri. Kedua negara juga menjajaki kerja sama di bidang pertanian digital serta pengembangan industri hilir gambir Indonesia.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan upaya memperkuat kerja sama internasional tersebut sejalan dengan transformasi sektor pertanian yang tengah dijalankan pemerintah di dalam negeri melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi.
"Modernisasi pertanian merupakan kunci untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Kami mendorong inovasi dan pertanian berbasis teknologi. Dengan teknologi, produktivitas meningkat, indeks panen naik, biaya produksi menurun, dan kesejahteraan petani meningkat," kata Amran.(DH)