Kini bagian Grup Sinarmas, MORA ungkap target FWA dan FTTH tahun ini
Senin, 15 Juni 2026
JAKARTA – PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) siap menggenjot kinerja operasionalnya usai merampungkan merger dengan entitas penyedia layanan internet milik Grup Sinar Mas, MyRepublic, pada 22 April 2026 lalu.
Dalam Paparan Publik 2026, manajemen MORA mengungkap target ekspansi hingga 5 juta homepass untuk memperkuat cakupan jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH) di 186 kota/kabupaten, serta tambahan 1,5 juta pelanggan ritel (subscribers).
Sebagai catatan, pascaaksi merger MORA dan MyRepublic, kini Perseroan memiliki total 12,7 juta homepass per April 2026, dengan total subscribers hingga 2,6 juta dan lebih dari 17.000 pelanggan enterprise.
Selain itu, MORA juga akan mulai menyeriusi proyek Fixed Wireless Access (FWA) selama lima tahun ke depan di 180 kota, usai sukses memenangkan lelang frekuensi 1,4 Ghz untuk regional II dan III yang mencakup Sumatra, Bali dan Nusa Tenggara, serta Kalimantan dan Sulawesi.
Untuk tahun 2026, MORA akan membangun 1000 situs FWA di wilayah-wilayah terkait.
Menurut pemaparan Timotius Sulaiman, Direktur Utama dan CEO MORA, hingga April 2026, Perseroan kini sudah memiliki lebih dari 200 on-air sites FWA yang tersebar di 90 kota di Indonesia.
“Jadi penambahan di bidang retail ini akan sangat pesat dan melanjutkan pertumbuhan yang ada terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” imbuh Timotius.
Jimmy Kadir, Direktur dan Chief Business Control Officer (CBCO) MORA, mengungkap bahwa pertumbuhan kinerja Perseroan per 2025 lalu ditopang pertumbuhan merata pada segmen FTTH atau ritel, segmen enterprise, dan segmen wholesale.
Misalnya, segmen FTTH atau retail mencatatkan homepass yang meningkat 36% secara tahunan, serta pelanggan yang naik 40%, membawa pendapatan segmen melonjak 38%.
“Untuk segmen enterprise itu kita meningkat dari segi pelanggannya, naik 40% juga menjadi 17 ribu pelanggan. Untuk wholesale … segmen wholesale menyumbang kurang lebih meningkat 9%, itu menjadi Rp 876 miliar,” tutur Jimmy.
Lebih lanjut, Timotius menambahkan bahwa ekspnsi cakupan jaringan juga akan ditopang oleh pengembangan jaringan backbone berupa sistem kabel bawah laut Rising 8 sepanjang 1.128,5 km, dari Jakarta ke Batam dan Singapura.
“Perseroan mentargetkan penyelesaian dan ready for service jaringan backbone Rising 8 segmen Jakarta-Batam pada bulan Juni 2026 … dan akan diteruskan pembangunannya sampai dengan Singapura,” imbuhnya. (ZH)