Penasihat ekonomi India: Era MBA dan software mulai berakhir
Senin, 15 Juni 2026
NEW DELHI - Kepala Penasihat Ekonomi India V Anantha Nageswaran mendorong generasi muda untuk lebih fokus pada keterampilan vokasi dan profesi yang berpusat pada interaksi manusia. Menurutnya, era yang selama ini mengunggulkan pekerjaan di sektor perangkat lunak dan gelar MBA mulai berakhir seiring dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah pasar tenaga kerja.
Dikutip dari Money Control, era dari Software dan MBA disebut akan segera berakhir seiring dengan perkembangan AI, Nageswaran mengatakan India perlu memperkuat daya saing sektor manufakturnya di tengah ekonomi global yang semakin terfragmentasi dan mengedepankan kepentingan domestik.
Ia menilai tantangan utama yang perlu diatasi adalah pengangguran dan terbatasnya peluang kerja.
"Persoalan ini pada dasarnya berkaitan dengan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat," kata Nageswaran.
Menurutnya, kemajuan teknologi akan mengubah kebutuhan pasar tenaga kerja, namun pekerjaan yang mengandalkan keterampilan vokasi serta profesi yang membutuhkan interaksi langsung dengan manusia akan tetap memiliki prospek yang baik meskipun AI berkembang pesat.
"Kemajuan teknologi tidak akan serta-merta menghilangkan peluang kerja. Karena itu, masyarakat perlu membekali diri dengan keterampilan vokasi. Selama era globalisasi, pendidikan di bidang perangkat lunak, ilmu komputer, dan MBA memberikan banyak peluang. Namun, era tersebut kini telah berakhir," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterampilan vokasi dan keterampilan interpersonal (soft skills) akan semakin penting karena sulit digantikan oleh AI.
"Yang dibutuhkan adalah keterampilan vokasi dan soft skills yang tidak mudah digantikan AI, terutama untuk pekerjaan yang tetap membutuhkan kehadiran manusia," katanya. (ARF)