Iran tunda kepastian jadwal Memorandum Islamabad

Senin, 15 Juni 2026

image

TEHERAN - Iran menyatakan penandatanganan Memorandum Islamabad tidak akan dilakukan pada Minggu (14/6) sebagaimana sebelumnya diperkirakan.

Seperti dikutip Reuters, Sabtu (13/6), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan waktu pasti penandatanganan memorandum tersebut belum ditetapkan.

Menurut Baghaei, kemungkinan penandatanganan Memorandum Islamabad dalam beberapa hari ke depan masih terbuka.

Namun, ia menegaskan bahwa kehati-hatian diperlukan dalam menyampaikan informasi terkait jadwal penandatanganan karena masih terdapat keraguan dari pihak lain.

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya telah menemukan jalan melepaskan diri dari perang yang tidak popular d tercapainya kesepakatan mengenai kerangka dasar perjanjian damai dengan Iran,.

Namun, Trump tampaknya harus menerima kesepakatan yang masih jauh dari banyak target yang ia canangkan pada awal konflik.

Kondisi ini berpotensi memicu kritik dari kalangan garis keras di Partai Republik dan membuat posisi strategis Amerika Serikat terlihat lebih lemah dibandingkan sebelum perang dimulai.

Lebih dari tiga bulan setelah melancarkan serangan terhadap Republik Islam Iran, Trump pada Minggu menyetujui sebuah memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman yang menjadi terobosan paling signifikan dalam proses perundingan damai sejauh ini.

Salah satu poin pentingnya adalah komitmen Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, langkah yang berpotensi membantu menurunkan harga bensin di Amerika Serikat yang saat ini masih tinggi.

Di sisi lain, kesepakatan yang dimediasi Pakistan tersebut--yang teks lengkapnya belum dipublikasikan-- juga tampaknya memuat sejumlah konsesi penting dari pihak AS (ARF)