Miliarder tambang Australia borong saham SpaceX, ini alasannya

Selasa, 16 Juni 2026

image

JAKARTA - Orang terkaya Australia, Gina Rinehart, mengambil porsi kepemilikan lebih dari US$1 miliar dalam penawaran saham perdana (IPO) SpaceX senilai US$75 miliar. Informasi tersebut dilaporkan The Wall Street Journal dengan mengutip sumber yang mengetahui transaksi tersebut.

Meski tidak mengungkap nilai investasinya, perusahaan milik Rinehart, Hancock Prospecting, mengonfirmasi partisipasinya dalam IPO SpaceX yang mencatat permintaan tinggi dari investor.

"Ini adalah investasi signifikan bagi Hancock, dan kami senang telah menerima alokasi dalam IPO yang sangat populer dan mengalami kelebihan permintaan," kata Rinehart dalam pernyataannya, seperti dikutip Reuters.

“Kami melihat SpaceX sebagai bisnis yang langka, dipimpin oleh seseorang yang benar-benar luar biasa, secara teknis luar biasa, beroperasi di sektor-sektor yang sangat penting, dan memiliki potensi jangka panjang," ujar Rinehart.

Investasi tersebut memperluas eksposur Hancock Prospecting di sektor teknologi maju. Selama ini, kekayaan Rinehart bertumpu pada bisnis bijih besi, namun perusahaan juga aktif menanamkan modal di sektor mineral kritis yang menjadi bahan baku penting bagi industri teknologi dan energi.

Hancock menyatakan terbuka untuk menjalin kerja sama dengan SpaceX dalam penyediaan kebutuhan mineral seiring meningkatnya permintaan material untuk industri teknologi canggih.

“Di masa depan, kami juga melihat kemungkinan pengaturan yang saling menguntungkan antara SpaceX dan investasi mineral penting Hancock Prospecting, seiring dengan meningkatnya permintaan akan material dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung teknologi canggih,” kata CEO Hancock Prospecting, Garry Korte.

Hancock saat ini tercatat sebagai investor di sejumlah perusahaan mineral tanah jarang, termasuk MP Materials, Rare Earths Americas, Lynas Rare Earths, serta produsen litium Liontown Resources.

Dokumen perusahaan menunjukkan Hancock juga menambah kepemilikan di sektor pertahanan, emas, dan mineral tanah jarang dalam portofolio investasinya di Amerika Serikat yang bernilai sekitar US$3,3 miliar sepanjang tahun ini.

Investasi Rinehart langsung membuahkan hasil. Saham SpaceX melonjak 19% pada hari pertama perdagangan pekan lalu, mendorong valuasi perusahaan melampaui US$2 triliun dan menempatkannya sebagai perusahaan terbesar keenam di Amerika Serikat.

Selain memuji kemampuan bisnis Musk, Rinehart juga menilai miliarder tersebut berperan dalam upaya efisiensi birokrasi pemerintah Amerika Serikat melalui Department of Government Efficiency (DOGE) yang dibentuk Presiden Donald Trump.

"SpaceX adalah contoh nyata lain mengapa dunia membutuhkan lebih banyak kewirausahaan, lebih banyak pembangun, dan jauh lebih sedikit birokrasi," ujar Rinehart.(DH)