Ivan Espinosa: Nissan percepat produksi EV pakai cara China
Kamis, 18 Juni 2026
TOKYO - Nissan Motor Co. mengumumkan bahwa perusahaan tersebut berhasil memangkas siklus pengembangan kendaraan hingga setengahnya, dari sebelumnya 55 bulan menjadi hanya 26 bulan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat inovasi dengan mengadopsi model pengembangan cepat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang banyak diterapkan oleh produsen otomotif Tiongkok.
Dikutip dari CarNewsChina, Presiden Nissan Ivan Espinosa mengatakan proses pengembangan baru tersebut telah diuji pada generasi terbaru Skyline yang dijadwalkan akan diluncurkan pada musim dingin 2026.
Nissan menargetkan sekitar 90% proyek pengembangan kendaraannya akan menggunakan sistem baru tersebut pada tahun fiskal 2026.
Menurut Espinosa, transformasi tersebut banyak dipengaruhi oleh pengalaman Nissan di Tiongkok. Melalui usaha patungannya dengan Dongfeng Motor, Nissan mengintegrasikan berbagai teknologi dan keahlian lokal ke dalam proses pengembangan kendaraan.
Model listrik murni N7 yang diluncurkan pada April 2025 menjadi salah satu contoh keberhasilan strategi tersebut. Nissan mampu memangkas waktu pengembangan model tersebut menjadi sekitar dua tahun.
Untuk mempercepat pengembangan kendaraan, Nissan mulai memanfaatkan AI di berbagai tahapan, mulai dari desain hingga rantai pasok.
Pada tahap desain, AI digunakan untuk menghasilkan berbagai desain yang mengoptimalkan aspek aerodinamika dan estetika sehingga mengurangi kebutuhan revisi manual.
Dalam proses pengujian, simulasi virtual kini menggantikan lebih dari 60% pengujian prototipe fisik sehingga mempercepat evaluasi keselamatan dan ketahanan kendaraan.
Sementara itu, analisis data berbasis AI membantu perusahaan merespons perubahan pasar dengan lebih cepat sekaligus menyederhanakan proses pengambilan keputusan manajemen.
Di sisi rantai pasok, teknologi AI digunakan untuk memprediksi kebutuhan komponen dan potensi risiko pasokan sehingga transisi dari tahap riset hingga produksi massal dapat berjalan lebih lancar.
Meski mempercepat pengembangan produk, penjualan Nissan di Tiongkok masih menghadapi tekanan. Pada Mei 2026, penjualan Nissan di negara tersebut tercatat sebanyak 30.025 unit, angka tersebut menunjukan penurunan sebesar 41,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. (ARF)