IHSG melesat 4,12% seiring kesepakatan damai AS dan Iran

Senin, 15 Juni 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,12% pada perdagangan Senin (15/5), seiring kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Penguatan ini juga terjadi di sejumlah indeks saham di kawasan emerging market Asia Pasifik, di mana PCOMP Filipina memimpin dengan kenaikan 6,14% dan KOSPI 5,20%.

Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG juga mendapat dukungan dari harga minyak mentah dunia, yang kembali diperdagangkan di bawah US$90 per barel menyusul kemungkinan AS dan Iran segera membuka kembali Selat Hormuz.

“Pelemahan harga minyak mentah dunia menjadi faktor positif karena meredakan tekanan inflasi dan potensi pelebaran defisit APBN,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Secara teknikal, analis Phintraco menilai IHSG telah berhasil ditutup di atas MA20. Sementara indikator MACD berlanjut membentuk kenaikan histogram positif, meskipun Stochastic RSI berpotensi membentuk Death Cross di area overbought.

Mayoritas indeks sektoral bergerak menguat, dengan kenaikan tertinggi pada sektor barang baku yang mencapai 7,26%. Sementara sektor kesehatan jadi satu-satunya yang melemah meskipun hanya turun tipis 0,67%.

Dari pasar valuta asing, mayoritas mata uang negara emerging market Asia Pasifik juga menguat terhadap dolar AS. Rupiah mencatat penguatan terbesar yaitu 0,85% dan bertahan di Rp17.708/US$ meski masih turun sekitar 6% sejak awal tahun ini. (KR)