Analis nilai SpaceX berpotensi akuisisi T-Mobile

Selasa, 16 Juni 2026

image

NEW YORK - Analis Wolfe Research menyarankan SpaceX mengakuisisi T-Mobile atau perusahaan telekomunikasi besar lainnya di Amerika Serikat sebagai langkah memperluas bisnis layanan seluler Starlink.

 Dikutip dari PhoneArena, usulan tersebut muncul setelah upaya Starlink menjalin kerja sama operator jaringan virtual seluler (mobile virtual network operator/MVNO) dengan AT&T, T-Mobile, dan Verizon belum membuahkan hasil.

 Analis senior Wolfe Research, Peter Supino, juga menilai langkah akuisisi akan menjadi skenario terbaik bagi industri telekomunikasi AS sekaligus membuka jalan bagi ekspansi Starlink di pasar layanan seluler.

Menurut Supino, jika Starlink membangun bisnis operator telekomunikasinya sendiri, persaingan di industri akan semakin ketat dan berpotensi menekan profitabilitas para pelaku usaha.

Supino juga berpendapat bahwa jika operator besar tetap menolak memberikan akses MVNO (Mobile Virtual Network Operator) kepada Starlink, perusahaan milik Elon Musk itu kemungkinan akan membangun jaringan sendiri dan menjadi pesaing baru bagi AT&T, T-Mobile, serta Verizon.

Di antara sejumlah operator besar, T-Mobile dinilai menjadi target akuisisi yang paling menarik bagi SpaceX. Selain tidak memiliki jaringan kabel yang dianggap kurang relevan bagi Starlink, akuisisi tersebut juga berpotensi membuka akses ke pasar Jerman dan Austria melalui induk usahanya, Deutsche Telekom.

Meski belum pernah menyatakan rencana resmi untuk membeli operator telekomunikasi, Musk pada akhir 2025 mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk mengakuisisi Verizon.

Meski demikian, Musk menilai kehadiran Starlink tidak akan membuat operator telekomunikasi besar tersingkir dari pasar karena mereka masih menguasai sebagian besar spektrum frekuensi.

Saat ini SpaceX telah mengakuisisi sebagian spektrum frekuensi milik EchoStar. Meski demikian, kapasitas yang dimiliki masih terbatas sehingga perusahaan diperkirakan akan mencari tambahan spektrum melalui lelang maupun akuisisi aset frekuensi lainnya.

Pendiri The Besen Group, Alex Besen, memperkirakan Starlink dapat menggaet hingga 20 juta pelanggan di Amerika Serikat dalam lima tahun pertama operasinya.

Menurut Besen, Starlink tidak akan hanya berfokus pada segmen pasar tertentu, melainkan berpotensi berkembang menjadi operator satelit seluler berskala global.

Sementara itu, Supino menilai salah satu operator besar kemungkinan akan membuka kerja sama MVNO apabila Starlink benar-benar menunjukkan niat untuk membangun jaringan selulernya sendiri.

"Begitu kehadiran operator jaringan seluler keempat terlihat tak terhindarkan, salah satu operator akan memberikan akses MVNO demi tetap memperoleh pendapatan," kata Supino.

Di sisi lain, pendiri Recon Analytics Roger Entner berpendapat Musk lebih mungkin membangun operator telekomunikasi dari nol dibandingkan mengakuisisi salah satu operator besar yang sudah ada.

Meski demikian, spekulasi mengenai langkah SpaceX terus berkembang seiring meningkatnya ketegangan antara perusahaan tersebut dan sejumlah operator telekomunikasi terkait layanan satelit dan akses pelanggan.

Menurut laporan media, Musk juga disebut tidak puas dengan besaran pendapatan yang diterima SpaceX dari kemitraan layanan satelit dengan T-Mobile. SpaceX sebelumnya juga mengkritik T-Mobile dan Verizon karena dianggap membatasi pilihan pelanggan.

Meski belum ada indikasi konkret mengenai rencana akuisisi, sejumlah analis menilai langkah ekspansi SpaceX di sektor telekomunikasi berpotensi mengubah peta persaingan industri dalam beberapa tahun mendatang. (ARF)