RLCO resmi melantai, tutup hari pertama dengan antrean 26 juta lot
Senin, 08 Desember 2025

JAKARTA – Emiten produsen sarang burung walet PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin (8/12), dengan menawarkan 625 juta saham senilai Rp168 per lembar – atau total Rp105 miliar.
Seperti yang diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, dana tersebut akan digunakan RLCO untuk modal kerja, yang akan dialokasikan untuk membeli bahan baku, yaitu sarang burung walet.
Dalam proses IPO-nya, saham RLCO disebut telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 134 kali selama proses penjatahan efek, bahkan naik menjadi 948 kali pada tahap penjatahan terpusat.
Mengutip IDXChannel, selama proses penawaran umum (public offering), BEI mencatat 775 ribu investor (Single Investor Identification/SID) yang memesan saham RLCO.
Angka tersebut memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh IPO PT Merdeka Copper Gold Tbk (EMAS) dengan total 600 ribu investor, bahkan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dengan 550 ribu SID.
Permintaan dan animo pasar yang tinggi ini membuat saham RLCO langsung melesat ke batas auto-reject atas (ARA) di level Rp226 – atau naik 34,52% sesaat setelah bel pembukaan perdagangan saham hari ini (8/12).
Bahkan berdasarkan data Stockbit, masih terdapat antrean beli saham RLCO di harga Rp226 per lembar hingga 26,32 juta lot pada penutupan perdagangan saham hari ini (8/12).
Di sisi lain, sejumlah investor terlihat ramai menjual satu lot saham yang dimilikinya – dengan proyeksi keuntungan yang didapat hanya sekitar Rp5.800 per lembar.
Pada tahun 2025 ini, beberapa saham yang baru melangsungkan debutnya di pasar modal memang mencatatkan rentetan ARA yang cukup fantastis.
Misalnya, CDIA yang berhasil mencatatkan ARA 11 kali berturut-turut sejak hari pertamanya di BEI, disusul PT Raharja Cepu Energi Tbk (RATU) dengan 10 kali ARA, dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) dengan rentetan ARA 8 kali. (ZH)