Salesforce perbesar bisnis AI, akuisisi Fin senilai US$3,6 miliar
Selasa, 16 Juni 2026
JAKARTA - Salesforce mengakuisisi platform agen kecerdasan buatan (AI) otonom Fin senilai sekitar US$3,6 miliar untuk memperkuat bisnis otomatisasi berbasis AI dan memperluas layanan Agentforce.
Seperti dikutip Reuters, Salesforce terus memosisikan diri sebagai perusahaan berbasis AI melalui Agentforce. Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan berulang tahunan (annual recurring revenue/ARR) dari layanan tersebut melonjak lebih dari tiga kali lipat menjadi US$1,2 miliar.
Kesepakatan ini menyusul akuisisi platform manajemen data berbasis AI Informatica senilai US$8 miliar pada Mei 2025. Transaksi tersebut menandai kembalinya Salesforce ke aksi korporasi berskala besar untuk memperkuat kemampuan pengelolaan data dan otomatisasi.
Fin mengembangkan agen AI yang dapat menangani layanan pelanggan melalui berbagai kanal, termasuk live chat, email, WhatsApp, SMS, telepon, dan Slack. Perusahaan itu telah melayani sejumlah pelanggan besar seperti Anthropic, Kalshi, dan DoorDash.
"Dengan bergabung dengan Salesforce, kami dapat menyebarkan (Fin) secara luas dan dengan kecepatan yang jauh lebih cepat daripada yang dapat kami capai sendiri," kata CEO Fin, Eoghan McCabe.
Salesforce memperkirakan transaksi akan rampung pada kuartal keempat tahun fiskal berjalan. Setelah akuisisi selesai, pelanggan akan memiliki lebih banyak pilihan untuk menerapkan agen AI dalam operasional layanan pelanggan, termasuk solusi yang ditujukan bagi usaha kecil dan menengah.
Saham Salesforce sempat menguat dalam perdagangan yang berfluktuasi pada Senin. Namun, sepanjang tahun ini saham perusahaan masih terkoreksi lebih dari 30%. Menurut data perusahaan, Salesforce saat ini melayani lebih dari 150.000 pelanggan di seluruh dunia. (DH)