Venezuela tolak Lazard sebagai konsultan restrukturisasi utang
Selasa, 16 Juni 2026
JAKARTA - Bank investasi asal Amerika Serikat, Lazard, mengajukan penawaran senilai US$25 juta untuk mengambil alih posisi Centerview Partners sebagai penasihat keuangan Venezuela dalam proses restrukturisasi utang negara yang menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah.
Seperti dikutip Reuters, langkah tersebut muncul hanya beberapa pekan setelah pemerintah Venezuela menunjuk Centerview untuk memimpin restrukturisasi utang pemerintah dan perusahaan minyak negara PDVSA. Penunjukan itu sebelumnya mendorong kenaikan harga obligasi Venezuela di pasar.
Sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan Lazard menilai Venezuela tidak perlu membayar biaya sangat besar untuk mendapatkan layanan restrukturisasi utang kelas dunia.
"Mengingat pengalaman Lazard dalam bidang penasihat kedaulatan, perusahaan ini meyakini bahwa pemerintah Venezuela tidak perlu membayar terlalu mahal untuk mendapatkan nasihat restrukturisasi kelas dunia," kata sumber tersebut kepada Reuters.
Menurut laporan Bloomberg yang dikutip Reuters, nilai penawaran Lazard hanya sebagian kecil dari biaya yang sebelumnya dinegosiasikan Centerview dengan pemerintah Venezuela.
Draft kontrak menunjukkan Centerview sempat membahas retainer bulanan sebesar US$750.000 serta biaya keberhasilan 0,1% dari total utang yang berhasil direstrukturisasi, sehingga total kompensasi berpotensi mencapai US$150 juta hingga US$200 juta.
Pemerintah Venezuela menegaskan tetap mempertahankan Centerview sebagai penasihat keuangan dalam restrukturisasi utang negara.
"Kami berterima kasih kepada Lazard dan perusahaan lain atas minat mereka dalam mendukung upaya restrukturisasi utang kami," kata Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela dalam pernyataan resmi.
"Seperti dalam proses pemilihan penasihat kami sebelumnya, kami menerapkan serangkaian kriteria yang konsisten yang berfokus pada pengalaman tim, keahlian, analisis kualitas, dan pemahaman tentang keadaan kami," lanjut pernyataan tersebut.
"Berdasarkan pertimbangan yang sama, kami memilih Centerview Partners sebagai penasihat keuangan kami."
Centerview juga membantah spekulasi mengenai nilai kontraknya dan menyatakan struktur biaya yang disepakati mengikuti standar pasar.
Sebelumnya, proses penunjukan Centerview menuai sorotan karena berlangsung tanpa tender kompetitif formal. Sejumlah investor dan pejabat mempertanyakan aspek transparansi serta keadilan dalam pemilihan penasihat restrukturisasi tersebut.
Venezuela saat ini menghadapi salah satu kasus gagal bayar negara terbesar di dunia.
Nilai obligasi yang gagal dibayar oleh pemerintah dan PDVSA mencapai sekitar US$60 miliar. Jika ditambah bunga tertunggak dan berbagai kewajiban lainnya, total liabilitas diperkirakan melampaui US$150 miliar.
Penasihat keuangan yang terpilih nantinya akan menyusun strategi restrukturisasi utang Venezuela dan memimpin negosiasi dengan kreditur global.
Besaran penghapusan utang yang berhasil dicapai akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan fiskal dan pemulihan ekonomi negara tersebut setelah gagal bayar sejak 2017. (DH)