Indonesia bisa saingi China dan India jadi pasar emas terbesar dunia

Sabtu, 15 November 2025

image

JAKARTA – Minat beli emas yang tinggi serta akses terhadap emas yang mudah membuat Indonesia berpotensi tinggi menjadi pasar konsumen emas terbesar di dunia, mengalahkan China dan India.

Temuan ini dikemukakan Shaokai Fan, Head of Asia-Pacific ex-China World Gold Council (WGC), dalam paparannya di Jakarta, Rabu (12/11) lalu.

Saat ini, berdasarkan data WGC, China dan India menjadi pasar konsumen emas terbesar di dunia, dengan konsumsi emas domestik mencapai masing-masing 985,3 ton dan 802,8 ton pada tahun 2024.

Konsumsi emas domestik Indonesia sendiri masih berada di level 8,4 ton pada tahun 2023.

Namun, survey WGC terhadap sekitar 2.000 masyarakat Indonesia menunjukkan hampir 70% populasi sudah mengenal emas sebagai instrumen simpanan dan investasi, baik dalam bentuk emas batangan, ETF emas, hingga perhiasan.

Minat investasi dan menabung emas ini, menurut Shaokai, sejalan dengan profil risiko investasi masyarakat Indonesia, yang memilih investasi jangka panjang dengan mengutamakan rasa aman saat investasi tersebut.

Minat ini pun didukung dengan persepsi masyarakat Indonesia terhadap kemudahan akses untuk membeli emas.

“Jadi, secara umum, investor Indonesia sudah cukup memahami bagaimana dan di mana membeli emas – berbeda dengan pasar lain yang tidak familiar dengan emas, terutama di negara barat,” ujar Shaokai menyimpulkan.

Shaokai juga menjelaskan bahwa survey WGC melihat minat yang tinggi di masyarakat Indonesia untuk membeli emas. Dari populasi yang belum pernah berinvestasi emas, 88% memiliki rencana membeli emas pertamanya dalam satu atau beberapa tahun ke depan.

“Angka ini sangat, sangat tinggi dibandingkan pasar [di negara] lain,” jelasnya.

Meski kini terhadang harga emas yang tinggi, Shaokai masih melihat sebuah potensi besar untuk konsumsi emas di Indonesia.

“Dengan mempertimbangkan fakta bahwa Indonesia adalah negara yang masih sangat muda, yang bertumbuh relatif cepat dengan pemasukan yang meningkat, kami benar-benar melihat potensi Indonesia menjadi pasar utama emas di masa depan, yang suatu saat mungkin dapat menyaingi China dan India,” tutup Shaokai. (ZH)