Arsitek Mar-a-Lago Accord kembali ke dunia hedge fund
Rabu, 17 Juni 2026
JAKARTA - Mantan Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran kembali bergabung dengan hedge fund Hudson Bay Capital Management sebagai Senior Strategist.
Seperti dikutip Axios, Kembalinya Miran memberi Hudson Bay akses pada salah satu ekonom yang terlibat langsung dalam perumusan agenda ekonomi Presiden Donald Trump sekaligus perdebatan internal Federal Reserve mengenai arah suku bunga.
Sebelum masuk pemerintahan Trump, Miran sempat bekerja di Hudson Bay dan dikenal melalui kajiannya yang mendorong penggunaan tarif serta instrumen ekonomi lain untuk membentuk ulang sistem ekonomi global yang bertumpu pada dominasi dolar AS.
Gagasan tersebut kemudian populer di Wall Street dengan sebutan "Mar-a-Lago Accord".
"Saya sangat senang dapat bergabung kembali dengan tim berbakat di Hudson Bay dan berharap dapat membantu perusahaan dan kliennya dalam lingkungan ekonomi yang dinamis ini," kata Miran dalam pernyataannya.
Pendiri sekaligus CEO Hudson Bay, Sander Gerber, menyambut kembalinya Miran di tengah meningkatnya pengaruh faktor geopolitik terhadap pasar keuangan global.
"Lingkungan pasar saat ini semakin dibentuk oleh perkembangan geopolitik, dan kembalinya Steve semakin memperkuat tim investasi kami dan pendekatan holistik kami," ujar Gerber.
Miran sempat menjadi sorotan ketika tetap mempertahankan posisinya di Gedung Putih saat mengambil cuti tanpa bayaran untuk bertugas sebagai anggota Dewan Gubernur Federal Reserve. Pengaturan yang tidak lazim tersebut memicu perhatian Kongres AS dan pengamat kebijakan moneter.
Selama delapan bulan berada di Federal Reserve, Miran konsisten mengambil posisi berbeda dalam setiap rapat kebijakan moneter.
Ia menilai pejabat bank sentral terlalu melebihkan risiko inflasi, termasuk dampak kecerdasan buatan terhadap pengukuran harga, sekaligus meremehkan efek disinflasi dari kebijakan ekonomi Trump.
Miran mengundurkan diri dari Federal Reserve pada Mei, membuka jalan bagi Kevin Warsh untuk mengisi kursi gubernur bank sentral tersebut.
Dalam surat pengunduran dirinya, Miran menyatakan optimisme terhadap arah kebijakan baru yang akan ditempuh Federal Reserve di bawah kepemimpinan Warsh.
"Saya antusias dengan perubahan" yang mungkin akan dilakukan Warsh dan The Fed, tulis Miran saat itu.
Di Hudson Bay, Miran akan kembali bekerja bersama ekonom Nouriel Roubini. Keduanya sebelumnya menulis kajian mengenai dampak pembiayaan utang pemerintah AS terhadap pertumbuhan ekonomi dan pasar keuangan.
"Steve dan saya membawa perspektif yang berbeda ke peran kami di Hudson Bay, yang sebagian dibentuk oleh pengalaman kami melayani pemerintahan yang berbeda," kata Roubini.
Tujuan Mar-a-Lago Accord Apa?
Apakah sebetulnya Mar-a-Lago Accord? Intinya adalah gagasan untuk "mereset" sistem ekonomi global agar lebih menguntungkan Amerika Serikat. Tujuan utamanya adalah:
Kenapa disebut "Mar-a-Lago Accord"?
Namanya mengacu pada kediaman pribadi Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida, dan sengaja dibuat mirip dengan Plaza Accord tahun 1985. Saat itu, AS berhasil bernegosiasi dengan Jepang, Jerman, Prancis, dan Inggris untuk bersama-sama melemahkan dolar. Pendukung Mar-a-Lago Accord membayangkan versi modern dari kesepakatan tersebut.
Caranya bagaimana? Menurut berbagai analisis atas pemikiran penasihat ekonomi Trump seperti Stephen Miran, instrumennya antara lain:
Apa yang membuatnya kontroversial? Masalah besarnya adalah ada semacam kontradiksi:
Banyak ekonom berpendapat sulit mencapai kedua tujuan itu sekaligus. (DH)