Uni Eropa pangkas tarif AS, hindari konflik dagang baru
Rabu, 17 Juni 2026
JAKARTA - Parlemen Eropa menyetujui pemangkasan tarif impor untuk berbagai produk asal Amerika Serikat pada Selasa (16/6), membuka jalan bagi implementasi penuh kesepakatan dagang antara Uni Eropa dan AS sekaligus menghindari potensi eskalasi perang tarif.
Seperti dikutip Reuters, dalam perjanjian tersebut, Uni Eropa sepakat menghapus bea masuk atas sejumlah barang industri asal AS. Sebagai imbalannya, Washington menerapkan tarif 15% terhadap sebagian besar produk Uni Eropa yang masuk ke pasar Amerika.
Meski kesepakatan telah dicapai hampir 11 bulan lalu, Uni Eropa belum merealisasikan pemangkasan tarif tersebut. Kondisi itu mendorong Trump mengancam akan mengenakan tarif yang jauh lebih tinggi apabila Brussel tidak mengambil langkah konkret sebelum 4 Juli.
Persetujuan Parlemen Eropa memastikan Uni Eropa dapat memenuhi tenggat waktu tersebut.
Legislasi yang sama juga memperpanjang kebijakan bebas tarif untuk impor lobster asal AS, yang pertama kali disepakati pada masa jabatan pertama Trump.
“Kesepakatan tetaplah kesepakatan dan UE melaksanakan bagiannya,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen melalui media sosial.
Pelaku industri menyambut positif keputusan tersebut karena dinilai memberikan kepastian bagi dunia usaha.
Chief Commercial Officer Volvo Cars, Erik Severinson, mengatakan kepastian kebijakan perdagangan akan membantu perencanaan produksi, pengelolaan rantai pasok, dan keputusan investasi.
Kelompok industri di Jerman, eksportir terbesar Uni Eropa ke Amerika Serikat, juga mendukung langkah tersebut meski tarif AS tetap menjadi tantangan bagi pelaku usaha. Mereka menilai kini giliran Washington untuk menjalankan seluruh komitmennya dalam kesepakatan Turnberry.
Meski berhasil menghindari ancaman tarif baru pada 4 Juli, sejumlah ketidakpastian masih membayangi hubungan dagang kedua pihak. Pada Senin, Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 100% terhadap anggur asal Prancis apabila pemerintah Prancis tidak mencabut pajak penjualan digital.
Di sisi lain, pemerintah AS masih harus menetapkan mekanisme baru untuk menerapkan tarif 15% terhadap produk Uni Eropa setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif global sebelumnya. Pemerintahan Trump menargetkan implementasi skema tarif baru tersebut paling lambat 24 Juli.
Regulasi yang disahkan Parlemen Eropa akan berlaku hingga akhir 2029 dan memuat sejumlah mekanisme perlindungan yang memungkinkan Uni Eropa menangguhkan konsesi tarif apabila AS melanggar ketentuan dalam kesepakatan Turnberry.
"Ini bukan debat terakhir tentang perdagangan transatlantik, tetapi kami telah meletakkan dasar bagi stabilitas sementara Trump terus menciptakan kekacauan," kata anggota Parlemen Eropa asal Swedia, Karin Karlsbro.(DH)