SpaceX tembus US$3 triliun, trader short merugi jutaan dollar
Rabu, 17 Juni 2026
JAKARTA - Valuasi implisit SpaceX sempat menembus US$3 triliun di pasar derivatif berbasis blockchain setelah aksi short squeeze mendorong lonjakan harga kontrak perpetual futures beberapa jam setelah penutupan perdagangan saham AS pada Senin.
Seperti dikutip Bloomberg, kenaikan tajam tersebut membuat valuasi perusahaan milik Elon Musk itu untuk sementara melampaui kapitalisasi pasar Amazon.com dan Microsoft di perdagangan Asia pada Selasa.
Namun, harga kontrak kemudian kembali turun dan bergerak mendekati harga saham SpaceX di pasar pra-pembukaan AS sekitar US$203 per saham.
Lonjakan terjadi setelah saham SpaceX menguat 43% dalam dua hari pertama perdagangan di Nasdaq.
Kenaikan tersebut mendorong banyak pelaku pasar membuka posisi short dengan asumsi harga telah naik terlalu cepat.
Namun, ketika harga terus menguat, para investor yang bertaruh pada penurunan harga terpaksa menutup posisi mereka, memicu short squeeze.
[[ Short squeeze adalah situasi ketika harga suatu aset justru terus naik, sehingga para pelaku yang melakukan short panik dan buru-buru membeli kembali aset tersebut untuk membatasi kerugian. Ironisnya, aksi beli terpaksa itu justru menambah permintaan dan membuat harga naik lebih tinggi lagi. ]]
Data Coinglass menunjukkan lebih dari US$50 juta posisi short dilikuidasi dalam 24 jam terakhir.
Tekanan terhadap pelaku short semakin besar akibat kenaikan funding rate, yakni biaya yang dibayarkan antara pemegang posisi beli dan jual untuk menjaga harga kontrak tetap sejalan dengan harga saham acuan.
Kondisi itu membuat biaya mempertahankan posisi short meningkat signifikan dan mendorong aksi pembelian kembali kontrak.
[[ Pada perpetual futures (kontrak berjangka tanpa tanggal jatuh tempo), tidak ada mekanisme penyelesaian otomatis seperti futures biasa. Agar harga kontrak tidak terlalu jauh dari harga aset sebenarnya, digunakan sistem funding rate. Setiap beberapa jam, salah satu pihak harus membayar pihak lain: Jika funding rate positif, maka pemegang posisi long (beli) membayar pemegang posisi short.Jika funding rate negatif, maka pemegang posisi short yang membayar pemegang posisi long. Besarnya funding rate berubah sesuai keseimbangan permintaan dan penawaran. ]]
Portfolio Manager D2 Finance, Luca Parlamento, mengatakan mayoritas investor memegang posisi bullish selama jam perdagangan saham AS sehingga pihak yang memegang posisi long membayar pemegang posisi short. Namun, kondisi tersebut berubah setelah pasar saham tutup.
“Jadi tekanan pasca-pasar berada di pihak penjual yang melakukan short selling, dan mempertahankan posisi short selling menguntungkan,” kata Parlamento.
Harga kontrak perpetual SpaceX mulai bergerak menjauh dari harga saham sesaat setelah perdagangan Wall Street berakhir. Saham SpaceX ditutup di US$192,50 per saham atau setara kapitalisasi pasar sekitar US$2,5 triliun. Dalam enam jam berikutnya, harga kontrak perpetual di Hyperliquid melonjak hingga mendekati US$230 per saham.
Volume perdagangan kontrak tersebut juga melonjak. Di berbagai platform, termasuk Hyperliquid dan Binance, nilai transaksi mencapai hampir US$5 miliar dalam periode 24 jam.
Pergerakan itu kembali menyoroti tingginya volatilitas pasar derivatif kripto yang melacak harga saham. Produk tersebut memungkinkan investor bereaksi terhadap pergerakan pasar di luar jam perdagangan Wall Street, tetapi juga berpotensi memperbesar fluktuasi yang tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.
Selain volatilitas harga, mekanisme funding rate juga dapat meningkatkan tekanan terhadap pelaku pasar untuk menutup posisi sehingga memperkuat pergerakan harga yang sedang berlangsung.
“Tingkat pendanaan menunjukkan bahwa setelah reli 20% kemarin di sesi AS, para trader memposisikan diri untuk penurunan harga SpaceX dengan membangun eksposur short yang besar di pasar perpetual futures,” kata Manajer Portofolio Apollo Crypto, Pratik Kala.
“Namun, kenaikan harga yang berkelanjutan memaksa para penjual short untuk membeli kembali kontrak guna membatasi kerugian, menciptakan short squeeze yang menambah tekanan ke atas pada harga,” lanjutnya.
Keberhasilan IPO SpaceX semakin memperkuat posisi Elon Musk sebagai orang pertama di dunia dengan kekayaan lebih dari US$1 triliun. Perusahaan antariksa tersebut juga menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.
Pada Senin, SpaceX mengumumkan telah mengeksekusi opsi over-allotment dalam IPO, yang memungkinkan penjamin emisi menjual tambahan 83,3 juta saham. Langkah tersebut meningkatkan total dana yang berhasil dihimpun menjadi US$86,2 miliar.
Sementara itu, perdagangan opsi saham SpaceX dijadwalkan mulai berlangsung pada Selasa di sejumlah bursa, termasuk Cboe Global Markets dan Nasdaq. Bursa lainnya, termasuk New York Stock Exchange dan Miami International Holdings, diperkirakan mulai mencatatkan kontrak opsi SpaceX pada pekan depan.(DH)